M-RADARNEWS.COM, BALI – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menegaskan komitmennya untuk melakukan revitalisasi kawasan Kuta. Penataan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan tata ruang, pengurangan kemacetan, hingga revitalisasi kawasan pesisir sebagai langkah mengembalikan kejayaan Kuta sebagai ikon pariwisata dunia.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati saat meninjau kondisi lapangan usai kegiatan Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Kelurahan Kuta, Jumat (08/05/2026). Ia menegaskan, solusi tepat sasaran tidak bisa hanya dibahas di ruang rapat, tetapi harus berangkat dari fakta di lapangan.
Revitalisasi mulai dieksekusi tahun 2026, dengan fokus pada perbaikan estetika kawasan. Pemkab Badung, merancang pelebaran jalur pedestrian hingga 4 meter yang dilengkapi taman dan landscape hijau. Selain itu, kabel utilitas akan ditata rapi dengan sistem jaringan bawah tanah.
“Kita tidak bisa hanya bekerja di atas meja. Harus turun langsung melihat kondisi sebenarnya dan menentukan langkah penyelesaiannya. Pedestrian akan diperlebar sekitar 4 meter dengan taman dan landscape hijau agar kawasan ini nyaman dan layak menjadi tujuan wisata,” ujar Bupati.
Bupati Adi Arnawa juga menyoroti persoalan kemacetan kronis yang dipicu sempitnya ruas jalan serta maraknya parkir liar. Untuk itu, ia telah menginstruksikan Sekda dan jajaran terkait untuk menyiapkan kantong-kantong parkir terpusat.
Setelah fasilitas tersebut tersedia, Pemkab akan menerapkan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan utama Kuta. Sebagai penunjang mobilitas wisatawan dan masyarakat, Badung juga menyiapkan transportasi publik berbasis listrik dengan jalur khusus yang diberi penanda warna tertentu.
“Dengan kondisi jalan yang sempit dan parkir liar, tentu kemacetan semakin parah. Setelah kantong parkir siap, kita berlakukan kawasan bebas parkir dan sediakan jalur khusus untuk transportasi listrik,” tegas Adi Arnawa.
Di sektor pesisir, penanganan abrasi menjadi prioritas. Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai saat ini membangun breakwater dari Tuban hingga Kuta. Menyusul hal itu, Pemkab Badung menyiapkan anggaran sekitar Rp 250 miliar untuk melanjutkan penanganan abrasi hingga Canggu.
Langkah besar lainnya adalah pembangunan jalur pedestrian pesisir raksasa dengan lebar sekitar 8 meter dari Tuban hingga Canggu. Jalur tersebut akan dibagi menjadi area jogging track dan jalur sepeda listrik.
“Setelah breakwater selesai dan pasir kembali ditata, pantai akan lebih lebar dan nyaman. Kita rancang pedestrian pesisir sepanjang Tuban hingga Canggu selebar 8 meter yang dipisah antara jogging track dan jalur sepeda listrik,” jelas Bupati.
Kendati demikian, Bupati Adi Arnawa meminta masyarakat bersabar, karena seluruh proses penataan dilakukan secara bertahap. Pemkab juga memastikan koordinasi dengan desa adat dan tokoh masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan visi besar revitalisasi Kuta.
Kita ingin mengembalikan Kuta seperti dulu, sebagai ikon pariwisata, turisme, dan surfing yang menjadi kebanggaan Bali,” pungkas Bupati Adi Arnawa. (rd/prkp)

