Site icon www.m-radarnews.com

Bupati Klaten Resmikan Griya Sehat Pendapa Rahani dan Cafe Jamoe Food Therapy

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., meresmikan Griya Sehat Pendapa Rahani dan Cafe Jamoe Food Therapy and Jamoctail, di Gedung Terpadu SMK Kesehatan Rahani Husada Klaten, Rabu (25/06/2025). (Foto: ig@humaskabklaten)

M-RADARNEWS.COM, JATENG – Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., meresmikan Griya Sehat Pendapa Rahani dan Cafe Jamoe Food Therapy and Jamoctail. Keduanya berlokasi di Gedung Terpadu SMK Kesehatan Rahani Husada Klaten.

Peresmian ini berlangsung, pada Rabu, 25 Juni 2025, dan dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Klaten, Kepala OPD Kabupaten Klaten, serta tamu undangan lainnya.

Kepala SMK Kesehatan Rahani Husada Klaten, Adi Nur Wicaksono menjelaskan, bahwa Cafe Jamoe dan Griya Sehat Pendapa Rahani telah beroperasi sejak Mei 2025.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama kafe jamu ini yang belum terealisasi sekarang sudah terlaksana mulai bulan kemarin dengan membuka kafe jamu dan terapi serta tempat relaksasi atau pijat terapi tradisional di bawah naungan Yayasan Rahani,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik inisiatif ini. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan harapannya agar layanan kesehatan berbasis jamu tradisional ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat Klaten secara luas.

“Luar biasa sekali saya mendengar berkaitan dengan SMK Kesehatan Rahani Husada, tentunya ke depan bisa dikembangkan dan semoga dengan adanya jamu tradisional ini makin banyak yang tahu, makin banyak yang minum sehingga masyarakat Klaten akhirnya sehat,” tuturnya.

Acara peresmian dilanjutkan dengan serangkaian simbolisasi, meliputi pemotongan tumpeng, pemecahan kendi, dan pemotongan pita oleh Bupati Klaten. Momen ini menjadi simbol kebangkitan SMK Kesehatan Pendapa Rahani dan Cafe Jamoe, sekaligus harapan untuk kontribusi positif dalam bidang kesehatan masyarakat.

Kehadiran Griya Sehat Pendapa Rahani dan Cafe Jamoe Food Therapy diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan alternatif, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan promosi budaya jamu tradisional kepada masyarakat luas. (dn/**)

Spread the love
Exit mobile version