Site icon www.m-radarnews.com

Kolaborasi Jadi Kunci, Pembangunan Jateng di Tahun Pertama Pemerintahan Luthfi-Taj Yasin Tunjukkan Tren Positif

Kegiatan acara Anugerah Collaborative Award 2026, di Grhadhika Bhakti Praja Semarang, pada Jumat (20/02/2026). (Foto: dok/hum)

M-RADARNEWS.COM, JATENG – Memasuki satu tahun kepemimpinan pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maemoen di Jawa Tengah, pemerintah provinsi mencatat sejumlah progres signifikan sepanjang 2025. Berbagai capaian ini merupakan hasil kerja bersama hingga tingkat kabupaten/kota serta perguruan tinggi.

Capaian tersebut dipaparkan dalam Anugerah Collaborative Award 2026 yang digelar di Grhadhika Bhakti Praja, Jumat (20/02/2026). Pada kesempatan itu, Gubernur Luthfi menyerahkan penghargaan kepada masing-masing pemerintah kabupaten/kota terbaik dan perguruan tinggi.

Penghargaan kategori kabupaten/kota terbaik diraih oleh:

Kategori perguruan tinggi terbaik diberikan kepada:

Dalam sambutannya, Gubernur Luthfi menegaskan pentingnya pemerintahan kolaboratif dalam membangun daerah. “Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team. Dengan 35 kabupaten/kota, diperlukan collaborative government yang nyata,” ungkapnya.

Selama setahun terakhir, Pemprov Jateng menjalin kerja sama dengan 44 perguruan tinggi, yang turut memberikan ide, gagasan, dan riset bagi kemajuan masyarakat.

Pada 2026, sebanyak 73 perguruan tinggi menandatangani MoU kerja sama, disusul rencana kolaborasi tambahan dengan 123 perguruan tinggi lainnya juga akan menjalin kerja sama dalam rangka membangun di Jawa Tengah.

Melalui kolaborasi itu, Luthfi menyatakan, Jawa Tengah mampu mendapatkan beberapa capaian positif selama 2025. Di antaranya, sebagai lumbung pangan, sepanjang 2025 produktivitas padi di Jawa Tengah mencapai sekitar 9,5 juta ton.

Selanjutnya pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2025 mencapai 5,37 persen, atau di atas rata-rata nasional. Hal itu juga diikuti dengan penurunan angka kemiskinan yang saat ini tercatat 9,39 persen dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) saat ini sekitar 4,66 persen.

Selain itu, angka kemiskinan di wilayah ini juga mengalami penurunan. Jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang, turun 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025, dan turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024 yang sebanyak 3,40 juta orang

Bukan hanya itu, nilai realisasi investasi Jawa Tengah pada 2025 mencapai Rp88,50 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun. Diketahui, angka ini menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Dari nilai investasi itu, Terdapat sebanyak 105.078 proyek yang terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang

“Salah satu investasi yang kita kejar adalah padat karya, ini untuk mereduksi angka pengangguran terbuka, tapi tidak menutup juga untuk padat modal,” katanya.

Terkait investasi ini, Pemprov Jateng juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk memberikan insentif kepada para investor yang telah berkontribusi. Di antaranya adalah relaksasi pajak, khususnya bagi investasi yang mengutamakan ekonomi hijau. (ed/hm)

Spread the love
Exit mobile version