Site icon www.m-radarnews.com

Pantai Boom Marina: Pesona, Fasilitas, hingga Wisata Budaya Banyuwangi

JATIM, (M-RADARNEWS),-                Banyuwangi, Jawa Timur, dikenal memiliki beragam destinasi wisata yang seru, mulai dari wisata alam, kuliner, hingga sejarah. Selain itu, Kabupaten Banyuwangi juga dijuluki dengan “The Sunrise of Java”. Tak lengkap rasanya jika berlibur atau berwisata di Banyuwangi jika tidak melihat pesona keindahan terbitnya matahari yang muncul dari ufuk timur di pagi hari.

Banyak pantai di Banyuwangi yang bisa melihat sunrise, tapi yang lebih tepat adalah di Pantai Boom Marina. Pantai Boom yang sebelumnya dikenal dengan nama lain THR (Taman Hiburan Rakyat), yang menjadi pusat rekreasi wisatawan dalam maupun luar merupakan tempat terbaik untuk melihat sunrise di Banyuwangi.

Pantai Boom lokasinya tidak jauh dari pusat kota Banyuwangi yang memiliki keindahan sunrise paling keren dan menakjubkan. Pantai tersebut sangat menarik dan terkenal yang wajib dikunjungi, karena berhadapan langsung dengan Pulau Bali yang di kenal dengan sebutan Pulau Dewata.

Keindahan sunrise di Pantai Boom Marina, (foto by instagram @tasyanaa).

Pantai Boom memiliki ciri khas tersendiri. Biasanya pantai memiliki pasir berwarna putih atau kuning keemasan, namun pantai Boom Banyuwangi memiliki pasir berwarna hitam berkilau. Tidak benar-benar hitam, namun seperti gradasi abu-abu gelap. Konon, pantai Boom memiliki kandungan mineral pasir yang bisa menyembuhkan penyakit kulit dan tulang. Keunikan itulah yang membuat pantai ini lebih banyak diminati oleh para wisatawan.

Selain karena keindahan pantainya. Pantai tersebut memiliki banyak spot foto, di antaranya jembatan berbentuk spiral. Jembatan ini menjadi landmark ikonik baru di Banyuwangi. Jembatan lintas (causeway) berbentuk spiral ini terlihat megah, dilengkapi dengan sorotan lampu di sekitarnya. Ada juga gudang peninggalan Belanda atau bangunan heritage tua yang sangat ikonik bekas gudang Djakarta Lioyd.

Tak hanya jembatan spiral, ada juga spot foto sayap burung berukuran raksasa yang lokasinya berada di tanah pasir pantai sebelah selatan. Selanjutnya wisata kuliner pujasera, ada deretan lapak kuliner yang menjual aneka macam kuliner khas Banyuwangi ataupun kuliner kekinian yang nikmat. Kemudian ruang terbuka hijau (RTH), bentuknya seperti taman yang luas dan menghadap ke arah pantai ini sehingga para wisatawan bisa jalan-jalan ataupun bermain sepuasnya.

Berswafoto di Jembatan Spiral Pantai Boom Marina (foto by WH@Travelingyuk).

Fasilitas penunjang lainnya di pantai Boom juga adanya Dermaga Kapal. Dermaga tersebut sejatinya dikhususkan untuk menampung kapal-kapal yacht (sail boat) dan power boat (super yacht dan mega yacht) yang terintegrasi dengan beberapa fasilitas private resort, marina lounge and restaurant, dryberth facilities, serta amphitheater Boom Eco Adventure Park yang berada di pinggir pantai.

Bukan hanya di pantai Sukamade, ternyata pantai Boom ini juga dijadikan sebagai pusat konservasi penyu. Adapun penyu yang sering berlabuh ke pesisir pantai ini adalah jenis penyu lekang. Beberapa ekor penyu mendatangi bibir pantai untuk bertelur. Setelah bertelur, mereka akan kembali menjalani kehidupan di lautan bebas.

Sementara itu, telur penyu tersebut akan dipindah ke pusat konservasi penyu. Jika sudah cukup umur, maka tukik atau anak penyu akan dilepasliarkan ke lautan agar bisa berkembang dengan baik. Bupati Banyuwangi bersama jajaran Forkopimda dan beberapa komunitas pecinta satwa maupun wisatawan terkadang juga ikut meramaikan acara pelepasan tukik tersebut ke lautan.

Festival Gandrung Sewu 2022 di Pantai Boom Marina (foto by youtube @kabupatenbanyuwangi).

Selain sebagai tempat wisata untuk berlibur, pantai Boom Marina ini juga kerap digelar pesta seni budaya seperti Banyuwangi Festival (B-Fest) adalah acara tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Acara B-Fest pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012 pada masa pemerintahan Bupati Abdullah Azwar Anas.

Seperti, festival Gandrung Sewu (Seribu Gandrung) atau 1000 penari. Acara ini diadakan sejak tahun 2012, yang pada awalnya digelar untuk mengenalkan kebudayaan Banyuwangi khususnya Gandrung ke khalayak luas. Pada saat ini Gandrung Sewu sudah menjadi ikon pariwisata budaya Banyuwangi.

Selain itu, pantai Boom juga sebagai tempat diselenggarakannya Banyuwangi Jazz Festival (BJF). Acara ini adalah bagian dari B-Fest untuk memperingati hari jadi Kabupaten Banyuwangi yang jatuh pada tanggal 18 Desember. (red)

Spread the love
Exit mobile version