Site icon www.m-radarnews.com

Pasar Takjil “Ngerandu Buko” Ramaikan Ramadan, 250 Pedagang Suguhkan Aneka Kuliner Khas Banyuwangi

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi ke sejumlah stand pasar takjil untuk membeli jajanan khas kuliner menu-menu berbuka puasa, di kawasan Pantai Marina Boom, Kamis (19/02/2026). (Foto: red/by)

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Momen bulan suci Ramadan, berbagai pasar takjil “Ngerandu Buko” kembali digelar di sejumlah titik di Banyuwangi. Tradisi tahunan ini menjadi ruang bagi warga untuk menjajakan menu-menu berbuka puasa sekaligus destinasi ngabuburit favorit masyarakat.

Salah satu yang paling diminati berada di kawasan wisata Pantai Marina Boom. Pada hari pertama puasa, lokasi ini langsung dipadati pengunjung yang berburu takjil sambil menikmati panorama senja tepi pantai.

Beragam kuliner khas Banyuwangi dijajakan, mulai petula, aneka bubur, kolak, precet, darplok, sampai menu berat seperti nasi tempong dan minuman segar. “Tempat ini selalu ramai. Menikmati senja sambil menunggu berbuka terasa menyenangkan,” ujar Dela, salah satu pengunjung.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, pasar takjil Ramadan menjadi momentum penting penggerak ekonomi rakyat. Pemkab, kata Ipuk, terus memberikan dukungan agar kegiatan tersebut berjalan tertib dan memberi manfaat bagi pelaku UMKM.

“Ribuan warga dan UMKM terlibat. Ini menjadi ruang untuk menumbuhkan ekonomi rakyat,” jelas Ipuk saat membuka Pasar Takjil Ramadan “Ngerandu Buko” di Pantai Marina Boom, pada Kamis (19/02/2026).

Tercatat, sekitar 250 pedagang ikut meramaikan pasar takjil di kawasan tersebut. Antusiasme tidak hanya datang dari warga lokal hingga sejumlah wisatawan mancanegara turut terlihat berbelanja.

“Saya tak menyangka suasana Ramadan di Banyuwangi semeriah ini. Sangat berbeda dari Bali dan Lombok,” kata Glenn, turis asal Amerika Serikat.

Dalam kesempatan itu, Ipuk menekankan pentingnya pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung. Ia mengimbau pedagang dan pembeli membawa kantong belanja sendiri sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik.

“Sampah plastik masih menjadi persoalan besar. Gerakan membawa tas belanja pribadi sejalan dengan komitmen Banyuwangi ASRI untuk mendukung kebijakan nasional penanganan sampah,” tegasnya.

Untuk memastikan keamanan pangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, juga menurunkan tim laboratorium keliling yang rutin memantau kebersihan serta kelayakan makanan yang dijual. (by/*)

Spread the love
Exit mobile version