M-RADARNEWS.COM, JATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berencana akan menambah koridor baru layanan Bus Trans Jateng pada 2027. Koridor tersebut akan melayani kawasan aglomerasi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Temanggung atau yang dikenal dengan wilayah Gelangmanggung.
Rencana pengoperasian koridor baru itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Jateng, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Pemerintah Kota (Prmkot) Magelang, dan Pemkab Temanggung di Pendopo Kabupaten Temanggung.
Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, dan Bupati Temanggung Agus Setyawan.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama yang telah disepakati pada 14 Januari 2026, guna memperkuat integrasi layanan transportasi antardaerah. Kesepakatan tersebut juga menjadi pedoman penyelenggaraan layanan Angkutan Aglomerasi Perkotaan melalui sinkronisasi program, dukungan pembiayaan, pengembangan layanan yang terintegrasi dengan angkutan pengumpan (feeder), serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jateng, Arief Djatmiko mengatakan, kesepakatan itu bertujuan memperjelas peran dan tanggung jawab setiap daerah dalam mendukung operasional layanan transportasi massal tersebut. “Kesepakatan bersama ini untuk mengetahui peran masing-masing,” ujarnya dikutib, pada Kamis (04/06/2026).
Koridor Trans Jateng Gelangmanggung direncanakan melayani rute Temanggung-Kota Magelang-Kabupaten Magelang (PP) dengan dukungan 14 armada bus. Layanan akan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB dengan headway atau jarak kedatangan antarbus sekitar 15-20 menit. Pemerintah menargetkan koridor baru tersebut mulai beroperasi pada Agustus 2027.
Menurut Arief, kehadiran layanan Trans Jateng di kawasan Gelangmanggung diharapkan mampu menghidupkan kembali sistem transportasi terintegrasi, baik pada tingkat subregional maupun nasional. Saat ini telah tersedia Koridor Trans Jateng Magelang-Purworejo yang terhubung dengan jaringan transportasi nasional melalui layanan kereta api.
Selain itu, pengembangan koridor baru juga akan memperkuat konektivitas transportasi lokal di kawasan perkotaan maupun pedesaan. “Kabupaten dan Kota Magelang punya angkutan sekolah gratis, ini akan kami integrasi dengan Trans Jateng. Rute ke tempat wisata juga akan diintegrasikan,” jelas Arief.
Saat ini layanan Trans Jateng telah beroperasi di tujuh koridor dengan total 115 armada bus. Koridor tersebut tersebar di empat wilayah pengembangan, yakni Kedungsepur, Solo Raya, Banyumas Raya, serta Purworejo-Magelang.
Penambahan koridor Gelangmanggung diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah Magelang dan Temanggung. (ed/**)

