Site icon www.m-radarnews.com

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 75 Persen, Target Rampung 20 Juni 2026

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat meninjau langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Foto: dok/hum.

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga awal Juni 2026, progres pembangunan sekolah yang menjadi program pemerintah pusat tersebut telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan rampung pada 20 Juni mendatang.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, dirinya telah meninjau langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar.

“Saya sudah meninjau progres pembangunannya. Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai 75 persen. Semoga seluruh pekerjaan berjalan tepat waktu dan segera bisa digunakan untuk anak-anak,” ujar Bupati Ipuk, Senin (08/06/2026).

Sembari menunggu pembangunan rampung, kegiatan Sekolah Rakyat di Banyuwangi untuk sementara dilaksanakan di dua lokasi, yakni Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Kecamatan Muncar.

Sekolah Rakyat Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas tujuh hektare milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Proyek tersebut dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan mengusung konsep sekolah modern berstandar internasional.

Kawasan pendidikan terpadu itu akan melayani jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa. Berbagai fasilitas penunjang pembelajaran dan pengembangan karakter siswa juga disiapkan untuk mendukung proses pendidikan.

Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah SD, SMP, dan SMA masing-masing dua lantai, asrama putra dan putri di setiap jenjang, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur, serta kantin untuk masing-masing jenjang pendidikan. Selain itu, tersedia pula guest house sebagai fasilitas pendukung.

Tak hanya itu, kawasan sekolah juga dilengkapi lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, tempat pembuangan sementara (TPS), greenhouse, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi pengolahan limbah dapur, area parkir kendaraan, hingga gerbang utama dan signage kawasan.

“Semoga segera bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak,” kata Bupati Ipuk.

Sementara itu, Manajemen Konstruksi proyek Sekolah Rakyat Banyuwangi, Johansyah menyebut, percepatan pekerjaan terus dilakukan agar seluruh pembangunan dapat selesai sesuai target pada 20 Juni mendatang.

Menurut Johan, total ruang belajar yang dibangun mencapai 38 rombongan belajar (rombel), yang terdiri dari 18 rombel tingkat SD, sembilan rombel SMP, dan sembilan rombel SMA.

“Sampai hari ini progresnya sudah 77 persen. Bangunan seperti asrama, gedung, dan fasilitas penunjang saat ini rata-rata berada pada progres 75 hingga 80 persen. Target kami bulan ini selesai,” katanya.

Keberadaan Sekolah Rakyat di Banyuwangi diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus menjadi sarana pengembangan sumber daya manusia (sdm) yang unggul dan berdaya saing di masa depan. (by/*)

Spread the love
Exit mobile version