M-RADARNEWS.COM, JATIM – Progres revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan telah mencapai sekitar 90 persen. Dua bangunan bersejarah yang berada di jantung Kota Banyuwangi, disiapkan menjadi destinasi wisata heritage dan pusat kuliner baru yang diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan.
Revitalisasi dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai upaya memperkuat kawasan kota lama Banyuwangi, menjadi ruang publik yang lebih nyaman dan bernilai ekonomi.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda, meninjau langsung perkembangan proyek tersebut pada Rabu (21/01/2026). Ia menyatakan, bahwa kualitas pekerjaan sejauh ini cukup baik, dan Pemkab Banyuwangi optimistis kawasan itu bisa segera difungsikan.
“Progres dan hasilnya cukup bagus. Kami berharap dua bangunan ini menjadi destinasi baru, khususnya wisata heritage dan kuliner,” kata Bramuda.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Nanin Oktaviantie, Kepala Dinas Perhubungan I Komang Sudira Admaja, sejumlah pejabat Pemkab lainnya, serta penanggung jawab proyek revitalisasi.
Pasar Banyuwangi tengah disiapkan menjadi pasar tradisional berkonsep modern. Gedung utamanya dibangun dua lantai dengan mengusung arsitektur khas Osing, yang menjadi identitas budaya Banyuwangi.
Pasar ini akan memiliki beberapa zona, yakni Areal pasar basah, Areal pasar kering, Zona kuliner, dan Gedung parkir khusus. Konsep tersebut diharapkan menjadikan pasar bukan hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga destinasi wisata kuliner yang nyaman dan tertata.
Adapun Asrama Inggrisan, salah satu bangunan cagar budaya penting di Banyuwangi, direvitalisasi dengan tetap menjaga keaslian struktur sesuai ketentuan pelestarian cagar budaya.
Bangunan ini merupakan kompleks perkantoran telegrap bersejarah. Pada tahun 1871, untuk pertama kalinya Eropa dan Australia terhubung melalui kabel telegrap bawah laut, dan Banyuwangi menjadi titik penghubung utama jaringan internasional tersebut. Nilai sejarah inilah yang membuat Asrama Inggrisan sangat strategis dijadikan destinasi wisata edukasi dan heritage.
Setelah rampung, bangunan ini akan menjadi ruang publik bertema sejarah yang dapat dimanfaatkan untuk edukasi, pameran, hingga wisata budaya.
Bramuda menambahkan, kehadiran dua bangunan yang direvitalisasi ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan serta memberi keuntungan lebih bagi para pedagang.
“Kami berharap pembangunan yang segera dirampungkan dan bisa segera digunakan ini akan membawa rezeki yang lebih bagi para pedagang, sekaligus memperkuat daya tarik wisata Banyuwangi,” ujarnya.
Dengan progres pengerjaan yang sudah mendekati akhir, Pemkab Banyuwangi optimistis Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan dapat segera diresmikan dan menjadi wajah baru kawasan kota tua Banyuwangi. (by/*)

