Site icon www.m-radarnews.com

Bupati Ipuk Cek Progres Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan, Ditargetkan Rampung Akhir Februari

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat mengecek progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan. (Foto: tangkapan layar)

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Progres pembangunan Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan telah mencapai sekitar 90 persen. Kedua bangunan yang berada di pusat Kota Banyuwangi, itu tengah dipersiapkan menjadi destinasi wisata heritage dan kuliner yang ikonik.

Ditargetkan, revitalisasi ini akan rampung pada akhir Februari mendatang. Penyelesaian proyek tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memperkuat pusat ekonomi rakyat yang berkelanjutan.

Baca juga : Progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan Capai 90 Persen, Siap Jadi Destinasi Heritage dan Kuliner Baru

Hal tersebut terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram banyuwangi_kab, Kamis (29/01/2026), yang memperlihatkan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani meninjau langsung proses revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan.

Bupati Ipuk menyampaikan, bahwa pengerjaan proyek yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut menunjukkan hasil yang baik.

“Progres dan hasilnya cukup bagus. Kita berharap ini bisa menjadi destinasi baru, khususnya heritage dan kuliner,” ujar Bupati Ipuk saat meninjau pembangunan pasar.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat mengecek progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan.

Pasar Banyuwangi akan hadir sebagai pasar tradisional berkonsep modern dengan desain arsitektur khas Osing. Gedung utamanya terdiri dari dua lantai, lengkap dengan area pasar basah, pasar kering, zona kuliner, serta gedung parkir.

Sementara itu, Asrama Inggrisan yang merupakan bangunan cagar budaya direvitalisasi dengan tetap mempertahankan orisinalitasnya. Obyek bersejarah ini dikenal sebagai kompleks perkantoran telegraf yang dulu menjadi penghubung komunikasi internasional.

Pada tahun 1871, untuk pertama kalinya Eropa dan Australia terhubung melalui kabel telegrap bawah laut, dan Banyuwangi menjadi titik penghubung utama jaringan internasional tersebut.

Nantinya, Asrama Inggrisan akan difungsikan sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi yang memperkaya daya tarik kunjungan wisatawan di Banyuwangi.

Dengan selesainya dua proyek ini, diharapkan Banyuwangi semakin memiliki daya tarik bagi wisatawan untuk tinggal lebih lama dan menikmati kekayaan budaya daerah.

Tampak turut mendampingi Bupati Ipuk saat peninjauan, di antaranya Kepala DPUCKPP Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E., dan Kepala BPKAD Banyuwangi Samsudin, SE., M.Si. (*)

Spread the love
Exit mobile version