Site icon www.m-radarnews.com

Pemkot Surabaya Tata Eks Hi-Tech Mall Jadi Pusat Industri Kreatif dan F&B, Siapkan 50 Tenan

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjai revitalisai eks Hi-Tech Mall di area basement dan lantai dasar. Foto: dok/hum.

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terus mempercepat penataan gedung eks Hi-Tech Mall yang akan disulap menjadi pusat pengembangan industri kreatif dan usaha kuliner. Setelah proses normalisasi bangunan rampung pada Mei 2026, saat ini pekerjaan difokuskan pada penyesuaian ruang di area basement dan lantai dasar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Krestian mengatakan, penataan dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan para pelaku industri kreatif yang nantinya akan menempati bangunan tersebut.

Menurut Iman, sejumlah kebutuhan tambahan muncul setelah para calon tenant melakukan peninjauan lokasi. Di antaranya penambahan ruang galeri, area penyimpanan barang, hingga fasilitas pendukung lainnya yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas usaha.

Baca juga : Wali Kota Surabaya Tinjau Revitalisasi Eks Hi-Tech Mall, Targetkan Basement Rampung Mei 2026

“Normalisasi bangunan sudah selesai pada Mei. Setelah calon tenant melihat langsung lokasi, ada beberapa kebutuhan tambahan yang harus kami sesuaikan, seperti galeri dan ruang penyimpanan,” ujarnya, pada Senin (08/06/2026).

Ia menjelaskan, saat ini proses fit out atau penataan interior masih berlangsung guna menyesuaikan fungsi setiap ruang dengan kebutuhan tenant yang akan beroperasi di lokasi tersebut.

Area basement eks Hi-Tech Mall nantinya diproyeksikan menjadi pusat aktivitas industri kreatif sekaligus kawasan usaha makanan dan minuman (food and beverage/F&B). Lokasi tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 50 tenant dari berbagai sektor usaha.

“Untuk F&B disiapkan area tersendiri, begitu juga industri kreatif seperti motor kustom dan bidang lainnya. Sementara ini diperkirakan sekitar 50 tenant yang akan menempati area tersebut,” kata Iman.

Tak hanya basement, penataan juga dilakukan di lantai dasar bangunan. Pemkot Surabaya berencana menjadikan area tersebut sebagai ruang kreatif baru melalui pemindahan Koridor Co-Working Space yang saat ini berada di Gedung Siola.

Selain menyediakan ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif, lantai dasar juga akan dilengkapi dengan fasilitas masjid untuk menunjang kebutuhan pengunjung dan tenant.

Pemkot Surabaya, menargetkan seluruh pekerjaan penataan dapat diselesaikan paling lambat awal Juli 2026. Target tersebut disesuaikan dengan agenda pesta rakyat Surabaya yang rencananya akan digelar di kawasan Surabaya Expo Center (SBEC).

“Harapannya pertengahan sampai akhir Juni sudah selesai, sehingga awal Juli semuanya sudah klir. Apalagi pada Juli nanti direncanakan ada pesta rakyat Surabaya yang akan digelar di SBEC (Surabaya Expo Center), sehingga persiapannya harus tuntas,” pungkas Imam. (red/*)

Spread the love
Exit mobile version