BALI, (M-RADARNEWS.COM),- Untuk meningkatkan aset dan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan, SMK Pandawa menggelar pameran pendidikan bertajuk Gebyar Pendidikan Vokasi 2019 di sekolah yang beralamat di Jalan Janger, Abiansemal, Badung.

Dalam acara ini sekaligus peresmian SMK Pandawa bergabung ke dalam STIKOM Bali Group dan gebyar 1000 lowongan kerja untuk kuliah sekaligus kerja di Taiwan dan magang di Jepang serta pameran pendidikan Vokasi 2019.

Kepala Sekolah SMK Pandawa, I Nengah Usdek Maharipa mengatakan, untuk selanjutnya nama sekolah ini berubah menjadi SMK Pandawa Bali Global. Saat ini SMK Pandawa Bali Global memiliki 3 jurusan yakni jurusan Tata Boga, jurusan Akomodasi Perhotelan dan jurusan Akuntansi.

“Selama ini kita ada 3 jurusan, mungkin kedepannya akan tambahkan sesuai pasar kita adalah mengenai Bidang TI Global. Dan di sana nanti anak-anak kami akan didik secara betul-betul memahami tentang apa dari pada pendidikan yang sesuai jurusan itu sendiri. Begitu mereka selesai menamatkan di SMK, mereka sudah siap bersaing di dunia usaha,” ungkapnya, Sabtu (26/1/2019).

Karena sudah menjadi bagian dari STIKOM Bali Group, lanjut Kasek Usdek Maharipa membeberkan, bahwa para lulusannya nanti diarahkan ke STIKOM Bali, apalagi STIKOM Bali memiliki program magang ke Jepang dan kuliah sambil kerja di Taiwan. Total peserta didik sekarang 185 orang.

Dalam kesempatan yang sama, Pembina Yayasan Widya Dharma Santhi – induk STIKOM Bali Group, Prof. Dr. I Made Bandem, MA., mengatakan, kedepan STIKOM “Always the First” (selalu yang pertama), ini merupakan lembaga yang ke 30 yang dimiliki oleh STIKOM Bali bersama yayasan Widya Dharma Santhi.

“Kita bekerjasama dengan SMK Pandawa dan Bali Global ini untuk menggabungkan keahlian-keahlian dibidang kebudayaan, pariwisata dan TI. Jadi setidaknya kita bawa jurusan jaringan komputer, lalu kemudian multimedia dengan sendirinya juga informatika komputer. Jika ini bisa digabungkan bidang-bidang lainnya, saya rasa anak-anak kita cerdas dan kita cepat maju untuk kedepannya,” ungkap Prof. Made Bandem.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI, Dra. I Gusti Agung Putri Astrid mengatakan, bahwa peristiwa saat ini sangat penting buat tugas-tugas DPR RI, karena apa yang menjadi visi presiden untuk mendorong relevansi ketenagakerjaan sesuai dengan revolusi industri 4.0 itu hanya bisa dimulai dengan pendidikan yang relevan.

“Kami nanti di DPR RI akan terus menyuarakan agar pemerintah memfasilitasi murid-murid atau pelajar maupun para guru agar mereka siap untuk bisa masuk ke dalam revolusi industri 4.0 dan bersaing dengan yang ada di Asia. Secara pribadi, saya akan menyuarakan secara khusus potensi dari pelajar di Bali untuk bisa bermain ditingkat nasional sekaligus membuat dirinya relevan dengan revolusi industri 4.0,” ujarnya. (Yd)

Facebook Comments Box