JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Setelah Gelar Event Gandrung Sewu di laksanakan pada hari, Sabtu, 20 Oktober 2018 yang lalu telah lewat, namun yang menjadi pertanyaan saat event Gandrung Sewu tersebut di atasnya ada Bendera Belanda yang sengaja di pasang oleh Panitia Penyelenggara dengan maksud tujuan menceritakan pra Sejarah Zaman dulu pada saat Indonesia dijajah oleh sekutu Belanda, Kamis (25/10/2018).

Sebelum acara Gandrung Sewu di mulai, disisi lain ada yang mengetahui keberadaan Bendera Belanda sempat di protes oleh masyarakat, namun beberapa menit kemudian masyarakat mencermati al kisah pra Sejarah Negeri Indonesia di rebut oleh kaum VOC Belanda yang tak lama kemudian Indonesia bisa merebut kembali hingga kemerdekaan ini sebagai bentuk perjuangan antara hidup atau mati.

Menurut pantauan media m-radarnews.com, Suroto ketua LSM Forum 5 Maret menentang keras adanya narasi event Gandrung Sewu yang di domplengi dengan kibarnya Bendera Belanda di pasang di muka masyarakat se Banyuwangi,” pintanya.

Ini suatu pertanda di Banyuwangi ada yang mendiskriminasi berkaitan di Indonesia ini sudah merdeka, kenapa kok tidak tindakan dari pemerintah ketika pemasangan Bendera tersebut seolah-olah hanya menjadikan tontonan belaka bagi masyarakat khususnya di Banyuwangi.

Di lanjut oleh Suroto, “Saya sangat tidak setuju apabila ada event-event yang gak mengarah pada alur cerita berdasarkan fakta yang ada dengan kata lain tidak searah dari progresifnya malah nantinya kita yang di soroti oleh masyarakat hingga sampai ke sosmed atau lainnya yang di kandung maksud agar di Banyuwangi ini tentunya mengharapkan event yang narasinya logika saja biar tidak menimbulkan permasalahan yang tidak bisa di pertanggung jawabkan,” imbuhnya.

Terus terang kalau cerita tentang ms Alit saya ini anaknya katanya Suroso, secara fakta saya tahu betul Sejarahnya gimana kisah ms Alit waktu dulu, dan sayapun memaklumi karena Sejarah tersebut banyak cerita padahal dari cerita itu belum tentu ke asliannya cuma kita sedikit tahu cerita pra Sejarah hingga sampai sekarangpun masih di baca oleh anak-anak muda. (Rz/Tim)

Facebook Comments Box