JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) kembali berhasil meringkus jaringan narkoba asal Madura. Dari penangkapan itu, tim BNNP Jatim berhasil menyita barang bukti yaitu 15 bungkus plastik berisi narkotika jenis shabu dengan berat brutto total 18.345 gram atau sekitar 18,3 kg.

Diamankan pula tiga buah tas ransel hitam, 12 unit handphone, beberapa paspor Indonesia dan beberapa buku rekening bank. Para tersangka yang diamankan diantaranya, Adolf Newyn Panahatan dan istrinya Erlinta Lara Santi di kediamannya yang terletak di Dusun Batu Lenger Desa Bira Tengah Kecamatan Sokobanah, Sampang Madura pada, Sabtu 2 Februari 2019 tepat pada pukul 15.00 WIB,” ungkap Kepala BNNP, Komjen Pol Heru Winarko, Jumat (8/2/2019).

Adolf Newyn Panahatan dan Erlinta Lara Santi menjalankan bisnis gelap sabu-sabu yang didapatkan dari Malaysia. Beberapa saat setelah penangkapan Adolf Dan Erlinta yang dilakukan oleh BNNP Jatim bersama dengan BNN RI, di Dumai Provinsi Riau berhasil menangkap dan mengamankan orang orang yang berkerjasama dengan sepasang suami istri itu.

Selain Adolf dan Erlinta diamankan pula Hasan, Hasul, Febriadi alias Ipet, Iskandar Dan Wati Sri Ayu di rumah Febriandi alias Ipet di Jalan Soekarno RT 12 Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kabupaten Dumai, Riau. Saat penangkapan, parta tersangka saat itu sedang bersiap siap untuk berangkat ke Madura.

Komjen Heru mengatakan, perlu kerjasama yang baik antara masyrakat dengan pihak BNNP Jatim supaya wilayahnya atau daerahnya aman dari bahaya narkoba.

Ia juga menegaskan, bahwa akan lebih menekan lagi pasar gelap narkotika agar tidak terjadi hal serupa dengan cara bersinergi dengan masrakat untuk sama sama memerangi narkoba. “Jika ada yang melihat silahkan laporkan,” tegasnya. (Tim/Kmf/Jnr)

Facebook Comments Box