M-RADARNEWS.COM, JATIM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan berdampak bagi keluarga warga binaan.
Melalui program peduli keluarga, Lapas menyalurkan bantuan sepeda dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak narapidana yang orang tuanya aktif dalam program pembinaan kemandirian di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rabu (25/02/2026).
Bantuan tersebut berupa tas sekolah, buku tulis, alat tulis, hingga sepeda sebagai sarana transportasi menuju sekolah. Program ini diberikan kepada warga binaan yang dinilai produktif dan menunjukkan perubahan perilaku positif setelah mengikuti kegiatan pertanian di Lahan SAE.
Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa menjelaskan, bahwa bantuan ini merupakan bentuk apresiasi tambahan selain premi (upah kerja) yang diterima warga binaan setiap panen.
Menurutnya, banyak warga binaan mengungkapkan bahwa premi yang mereka terima ingin digunakan untuk keperluan pendidikan anak di rumah.
“Mayoritas dari mereka menyampaikan keinginan untuk membelikan perlengkapan sekolah bagi anak-anaknya. Dari aspirasi itu, kami menambah dukungan agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi,” kata Wayan.
Ia menambahkan, bantuan tersebut menjadi pendorong semangat bagi warga binaan untuk terus berbenah diri dan mengikuti pembinaan secara konsisten.
“Dukungan keluarga adalah kekuatan terbesar bagi warga binaan dalam proses perubahan. Melalui bantuan ini, kami ingin menegaskan bahwa meski menjalani masa pidana, mereka tetap bisa memberikan kontribusi bagi masa depan anak-anaknya,” ujarnya.
Kalapas juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan pusat dan wilayah atas dukungan terhadap program pembinaan di Lapas Banyuwangi.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan, serta Bapak Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur. Dukungan beliau sangat berarti bagi kami untuk terus berinovasi,” tambahnya.
Salah satu warga binaan penerima bantuan menyampaikan rasa haru atas perhatian yang diberikan. Ia mengaku tersentuh karena keluarganya tetap mendapat perhatian meski dirinya sedang menjalani hukuman.
“Saya sangat bersyukur. Bantuan ini membuat saya semakin semangat menjalani pembinaan dan mempersiapkan diri agar bisa kembali bermanfaat setelah bebas nanti,” ujar A.
Melalui program ini, Lapas Banyuwangi terus memperkuat pendekatan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada perubahan individu, tetapi juga keberlanjutan kesejahteraan keluarga mereka, terutama dalam menjamin pendidikan anak-anak warga binaan. (yd/lps)
