Site icon www.m-radarnews.com

Bupati Ipuk Lantik 9 Kepala SD Negeri, Minta Perkuat Deteksi dan Tangani Anak Putus Sekolah

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani resmi melantik 9 Kepsek SD Negeri di lingkungan Pemkab Banyuwangi, di Aula Dinas Pendidikan Banyuwangi, Rabu (18/02/2026). (Foto: istimewa)

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani resmi melantik 9 Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Dalam arahannya, Ipuk meminta para kepala sekolah yang baru dilantik untuk aktif mendeteksi dan menangani anak putus sekolah di wilayah masing-masing.

“Pendidikan tetap menjadi prioritas kami. Jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Bapak/Ibu harus rajin melihat kondisi sekitar. Kalau ada anak yang kesulitan melanjutkan sekolah, temukan dulu akar masalahnya lalu segera laporkan ke dinas terkait,” tegas Ipuk saat menyerahkan SK kepala sekolah di Aula Dinas Pendidikan Banyuwangi, Rabu (18/02/2026).

Ipuk menuturkan, Pemkab Banyuwangi telah menggulirkan berbagai program untuk mendukung penanganan anak putus sekolah. Mulai beasiswa Banyuwangi Cerdas, bantuan uang saku dan transportasi bagi pelajar kurang mampu, hingga program solidaritas Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang mengajak siswa mampu menyisihkan uang sakunya untuk membantu teman sebayanya.

“Walaupun begitu, masih ada kasus yang tidak terpantau. Karena itulah kepedulian bersama sangat dibutuhkan. Tidak hanya ASN, seluruh elemen masyarakat kami ajak untuk ikut melapor jika menemukan anak usia sekolah yang tidak bersekolah,” ujarnya.

Selain soal penanganan anak putus sekolah, Ipuk juga meminta para kepala sekolah menjadi penggerak inovasi di satuannya masing-masing. Menurutnya, kepala sekolah harus mampu mengelola potensi dan menggerakkan seluruh sumber daya sekolah agar melahirkan keunggulan.

“Inovasi adalah kunci. Kepala sekolah harus mampu menemukan potensi, lalu mengorkestrasi semua sumber daya di sekolah sehingga menjadi sebuah keunggulan,” katanya.

Ipuk juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan orang tua, stakeholder, serta jejaring di lingkungan pendidikan. Ia meminta kepala sekolah memastikan terciptanya suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

“Jangan hanya fokus pada LKS. Pastikan guru memberikan pengalaman belajar yang membuat anak-anak senang berada di sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian menyampaikan, bahwa sembilan kepala sekolah yang dilantik merupakan pejabat yang mendapatkan promosi jabatan.

“Kami akan terus melakukan pendampingan agar teman-teman kepala sekolah dapat bertugas sebagaimana yang diharapkan oleh Ibu Bupati,” ujarnya.

Alfian menambahkan, saat ini masih terdapat 283 ASN yang menjabat sebagai Plt kepala sekolah di SD Negeri. “Dalam waktu dekat, kami akan mengajukan penugasan mereka sebagai kepala sekolah definitif ke Kemenpan melalui jalur non-reguler,” pungkasnya. (by/*)

Spread the love
Exit mobile version