JATENG, (M-RADARNEWS.COM),-                Bupati Klaten bersama Kepala Balai P2P Jawa III yang didampingi Sekda dan Kepala OPD terkait menyerahkan Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, (27/10/2022).

Selaku Kepala Desa Trucuk, Sagiyo mewakili penerima manfaat mengucapkan terima kasih dan diharapkan bantuan yang diserahkan dapat bermanfaat bagi penerima.

“Terima kasih kami haturkan ke pemerintah pusat dan daerah atas bantuan stimulant ini. Dengan adanya bantuan ini sangat meringankan beban pemerintah desa dalam ikut mensukseskan program pengentasan kemiskinan,” ungkap Kades Trucuk.

Selanjutnya, Kepala Disperakim Kabupaten Klaten Pramana Agus menjelaskan, bahwa jumlah penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Klaten terdapat 662 penerima dengan masing-masing penerima mendapatkan 20 juta rupiah.

“Jumlah RTLH di Klaten masih cukup banyak. Penanganan RTLH telah dilakukan secara stimulant dan bertahap. Dan kali ini akan diserahkan BSPS kepada 662 penerima dengan masing-masing menerima 20 juta rupiah, sehingga total seluruhnya adalah 13,24 Miliyar. Dana tersebut diperuntukan untuk membeli material dan tukang,” jelas Kadisperakim.

Lebih lanjut, Kepala Balai P2P Jawa III, M. Salahudin Rasyidi menuturkan, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS adalah program dari PUPR yang bersinergi dengan DPR RI dan seluruh pemerintah daerah.

Dirinya mengungkapkan, bantuan tersebut merupakan bantuan stimulan yang menstimulan warga atau penerima bantuan untuk berswadaya mau memperbaiki rumahnya. Dirinya berharap dengan BSPS tersebut penerima bantuan dapat menempati rumah yang sehat, aman dan kayak huni sehingga tercipta SDM yang baik.

“BSPS ini adalah program dari PUPR yang bersinergi dengan DPR RI dan seluruh pemerintah daerah. Karena ini merupakan bantuan stimulan, maka ini adalah untuk menstimulan warga atau penerima bantuan untuk berswadaya mau memperbaiki rumahnya. Pemerintah memberikan bantuan stimulan berupa 20 juta rupiah, 17,5 juta untuk material dan disalurkan melalui toko material, serta sisanya untuk upah tukang. Dari bantuan 20 juta tersebut tentu masih kurang sehingga perlu adanya swadayaan masyarakat. Secara struktur kita pastikan aman dan sehat, serta terdapat akses air bersihnya dan sanitasi. Harapannya seluruh penerima bantuan ini dapat menempati rumah yang layak dan sehat,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Klaten Sri Mulyani menyampaikan selamat atas diserahkannya BSPS kepada penerima. Dirinya berharap semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh penerima.

“Ini ada 662 unit BSPS pada tahun 2022 yang bersumber dari APBN. Selamat kepada para penerima bantuan, manfaatkan dengan baik, pelihara dengan baik. Jika rumahnya sehat, maka penghuninya, bapak ibu saudara semuanya juga sehat,” tutur Bupati Sri Mulyani. (prokp)

Spread the love