JATENG, (M-RADARNEWS.COM),- Tak banyak pejabat yang berani, tegas dan jujur, seperti halnya Yayack, Panggilan akrab Bakal Cawabup Sukoharjo Drs. Indra Surya, M.Hum., ini karena kejujuran serta ketegasnnya sampai beliau di pindah tugaskan menjadi PJ Bupati Pati, Jawa Tengah.
”Saya pernah di Sukoharjo, di pindah tugaskan sama Pak Wardoyo karena saya tidak mau menandatangani program tata ruang kota. Saya menolak karena itu lahan pertanian yang mau di gunakan untuk property, akhirnya saya di pindah tugaskan, mungkin karena kekecewaan Pak Wardoyo, tetapi malah diminta Oleh Gubernur Jawa Tengah, Pak Ganjar saya ditarik menjadi Bupati Pati,” jelasnya kepada wartawan Sabtu (1/2/2020).
Pengalaman adalah guru yang berharga, Sukoharjo Makmur, rakyat cerdas, suami dari Bu Ninik ini mengaku mendaftar menjadi calon wakil Bupati Sukoharjo, karena sadar masih banyak yang perlu di perbaiki dan merasa prihatin soal kemiskinan yang perlu segera di perbaiki.
“Silahkan masyarakat yasng menilai sendiri seperti apa, saya di mata masyaakat Sukoharjo, saya minta izin kepada Gubernur untuk mencalonkan diri sebagai wakil Bupati Sukoharjo,” jelasnya lagi.
Pengalaman Yayack, di birokrasi tidak diragukan lagi, selain pernah menjadi PJ Bupati Pati dan Sekwan DPRD Provinsi juga sempat mendampingi Pak Wardoyo Bupati Sukoharjo, sebagai Sekda Selama 1 tahun, periode pertama.
Anak ke 2 dari 7 bersaudara dalam keluarga ini , dengan nama Ayah Rusmadi ,Ibu Antoniet Alisabeth ini ingin memajukan dan melihat masyarakat di Sukoharjo ini melek hukum.
Oleh karenanya, jika pejabat semua tidak melakukan hal – hal yang berkaitan dengan masalah hukum seperti korupsi dan manipulasi, maka masyarakat tetap makmur dan sejahtera, oleh karena Yayack terketuk hatinya bersama Purwadi sebagai Balon Bupati Sukoharjo ingin makmurkan rakyat di Sukoharjo.
“Saya menjadi pejabat tidak punya uang dan tidak menggunakan uang untuk jabatan saya, sementara ini saya bersama istri menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Ninik (Sang Istri).
Bersama Balon Bupati H. Purwadi, SE, MM yang diusung dari partai PDIP ini, memiliki visi-misi, yakni berpihak kepada kebenaran dan kepentingan rakyat secara keseluruhan sebagaimana misi seorang nasionalis dan pemimpin yang demokrat mengutamakan kepentingan rakyat diatas segala-galanya.
“Rakyat ini sebagai tonggak sejarah negara akan hancur atau maju semua karena rakyat, tanpa melibatkan mereka negara tidak akan maju,” tegasnya. (Dn)

