JATENG, (M-RADARNEWS.COM),-            Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943 yang dilaksanakan oleh Umat Hindu di wilayah Kabupaten Klaten, Jateng umumnya berjalan khidmat, aman, damai dan lancar.

Dari pantauan awak media di Dukuh Candi Desa Rejoso Kecamatan Jogonalan dan Desa Mutihan Kecamatan Gantiwarno yang sebagian warganya adalah penganut Agama Hindu, suasana perkampungan tersebut terlihat sepi.

Rupanya warga umat yang beragama lain juga mengurangi aktifitas maupun keramaian sebagai penghormatan kepada tetangganya yang sedang merayakan Hari Nyepi.

Kendro, salah seorang perangkat desa di desa Rejoso yang juga beragama Hindu mengungkapkan, saat ini umat Hindu di Desa Rejoso Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten berjumlah hampir seratusan orang.

Sebagian dari mereka bekerja di luar kota, dan yang masih tinggal di Desa ini sekitar 70-an orang, mereka kebanyakan sudah berusia lanjut.

Namun ada yang istimewa di Dukuh Candi ini, disini ada sekitar 30-an Umat Hindu yang masih berusia muda. “Mereka ini tidak seperti anak muda yang lain, mereka tetap berpegang teguh pada keyakinan mereka menganut Agama Hindu,” jelasnya, Minggu (14/03/2021).

Di wilayah Kecamatan Jogonalan, ada beberapa desa yang sampai saat ini masih menjadi wilayah yang umat Hindunya relatif berjumlah besar yaitu: Desa Rejoso, Desa Tambakan, Desa Dompyongan dan Desa Joton.

Dalam rangkaian perayaan Nyepi Tahun Saka 1943 ini, sepekan yang lalu umat Hindu di Kabupaten Klaten sudah melaksanakan Ritual Melasti yang dipusatkan di Umbul Geneng, Desa Geneng, Kebonarum, Klaten. Dalam Upacara Melasti yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, setiap pura yang ada di Klaten hanya boleh mengirimkan 2 orang umat di Umbul Geneng.

Pada perayaan Melasti pekan lalu, tidak ada arak-arakan sebagaimana tahun sebelumnya. Setelah Ritual Melasti, sehari sebelum Perayaan Nyepi, Umat Hindu melaksanakan Ritual Tawur Agung yaitu, pembersihan diri dan juga Pura sebagai persiapan untuk melakukan perayaan Nyepi hari ini.

Nyepi adalah hari dimana Umat Hindu harus “puasa” yaitu tidak makan tidak minum, tidak bepergian, tidak menyalakan lampu, tidak mengadakan hiburan. Pada hari ini Umat Hindu fokus beribadah menyembah kepada Sang Pencipta Hyang Widi Wasa. (dan)

Facebook Comments Box