M-RADARNEWS.COM, JATIM – Terkait adanya kasus pencabulan yang diduga dilakukan pelaku berinisial NK (61) pemilik Panti Asuhan di Surabaya, sudah dilaporkan ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), pada Kamis (30/01/2025) sekira pukul 17.30 WIB.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Dirmanto saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan adanya peristiwa dugaan pencabulan yang terjadi di Surabaya itu. Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani oleh Ditreskrimum Polda Jatim.
”Terkait kasus itu sudah dilaporkan, dan pelapornya didampingi oleh Unit Konsultasi Bantuan Hukum dari Fakultas Hukum Unair. Saat ini sedang ditindaklanjuti sekaligus didalami oleh penyidik dari Ditreskrimum Polda Jatim,” kata Kombes Dirmanto, Jumat (31/01/2025).
Saat ditanya soal jumlah korban, Kabid Humas Polda Jatim menyebut, bahwa informasi yang diterimanya korban lebih dari satu orang. Kombes Dirmanto menegaskan, bahwa siapa pelakunya maupun jabatannya. Yang jelas saat ini masih dalam proses pendalaman.
“Sabar dulu rekan-rekan untuk menunggu proses kasus itu. Dan berapa yang ditangkap serta bagaimana kontruksi peristiwanya nanti akan kita sampaikan lebih lanjut,” tandasnya.
Sementara itu, Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) saat menyampaikan press release kepada awak media terkait tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh pemilik Panti Asuhan di Surabaya.
Pada Kamis, 30 Januari 2025, Tim dari Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UKBH FH UNAIR) mendampingi Pelapor berinisial S (41) mendatangi Polda Jatim untuk melaporkan dugaan tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan Anak (Perempuan berusia 15 tahun) yang diduga dilakukan oleh Terlapor berinisial NK (61) yang merupakan pemilik Panti Asuhan di Surabaya.
Kronologi kejadian
Kejadian bermula dari kaburnya anak panti asuhan yang menerangkan tentang adanya dugaan tindakan persetubuhan dan atau pencabulan yang dilakukan oleh terlapor NK kepada anak wanita, yang merupakan anak asuh di Panti Asuhan tersebut.
Menurut keterangan yang diberikan pelapor S kepada Tim UKBH FH Unair, bahwa panti asuhan tersebut juga diduga tidak memiliki izin atau legalitas untuk menjalankan aktivitas sebagai panti asuhan atau pengasuhan anak.
Terkait adanya perihal tersebut, kemudian pihak Tim UKBH FH Unair sedang berusaha untuk mendapatkan konfirmasi kepada Dinas Sosial (Dinsos) atau instansi terkait.
Saat ini, Tim UKBH FH Unair selaku Penasihat Hukum dan pendamping pelapor, tengah berupaya untuk memberikan bantuan hukum kepada pelapor S dan Anak Perempuan, yang diduga menjadi korban dari tindakan bejat terlapor NK.
Dalam proses advokasi kasus ini khususnya terkait dengan pendampingan psikologis anak yang menjadi korban, Tim UKBH FH Unair juga melibatkan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pusat Pembelajaran Pemberdayaan Perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (UPT PPA DP3AK) Provinsi Jatim, UPT PPA DP3AK Kota Surabaya, serta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim.
Atas peristiwa tersebut, Tim UKBH FH Unair mohon kepada pihak kepolisian, khususnya Polda Jawa Timur agar dapat dengan segera mengusut tuntas terkait dugaan tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan anak ini, dikarenakan menurut keterangan dari Pelapor S. Saat ini terdapat 1 anak perempuan dan 1 remaja laki-laki yang masih tinggal di Panti Asuhan tersebut bersama dengan Terlapor NK, sehingga dikhawatirkan dengan keselamatan anak-anak tersebut.
Kasus ini amat sangat memprihatinkan, dimana yang seharusnya anak-anak tersebut mendapat perlindungan dan pembinaan yang baik, justru malah diperlakukan dengan keji, terlebih lagi terlapor NK merupakan salah satu pemilik dari Panti Asuhan yang ada di Surabaya. (by/tnpj)

