JATIM, (M-RADARNEWS),- Salah satu warga RT. 002 RW. 003 Dusun Maelang, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi a/n. Matawi (59) harus melakukan prosesi sumpah pocong di Masjid Nurul Jannah, Rabu (15/08).

Matawi harus melakukan sumpah pocong lantaran masyarakat setempat mengisukan dirinya memiliki ilmu santet. Dalam acara prosesi sumpah pocong tersebut dihadiri Muspika Kecamatan Wongsorejo, Ketua MUI Kecamatan Wongsorejo, ketua MWC NU Kecamatan Wongsorejo dan Ketua Cabang NU Banyuwangi serta disaksikan warga setempat.

Dalam kesaksiannya Matawi mengatakan, pada tahun 2017 lalu sudah terjadi dua kali pembakaran rumah yang dilakukan oleh warga pada saat malam hari, hingga dirinya merasa hidupnya terancam dan atas kejadian tersebut pihaknya melaporkan kepada kepolisian selaku aparat penegak hukum dan kepala Desa Watukebo.

“Dengan kejadian yang menimpa dirinya, akhirnya saya bersama keluarga memutuskan untuk melaporkan ke Polsek Wongsorejo dan Kepala Desa Watukebo, namun cara seperti itu ternyata tidak menemukan jalan keluar atas perlakuan warga terhadap saya beserta keluarga”, ujarnya.

Hingga tahun 2018 ini, Matawi mengungkapkan, bahwa dirinya bersama keluarga masih belum mendapat ketenangan dan perlakuan terus dilakukan oleh warga terhadap dirinya. Dimana pada saat malam hari, para warga terus melempari sesuatu ke rumahnya hingga banyak mengakibatkan kerusakan.

“Akibat perlakuan para warga kepada saya sekeluarga belum juga usai, akhirnya saya kembali melaporkan kejadian ini ke Polsek dan Kepala Desa. Pada saat itu, dalam laporan saya menegaskan jika saya tidak memiliki ilmu santet (ilmu hitam). Dan demi untuk keselamatan saya beserta keluarga, untuk meyakinkan semua warga saya siap melakukan sumpah pocong,” ungkapnya.

Dengan adanya pengakuan Matawi tersebut, Kapolsek Wongsorejo AKP. Kusmin saat dikonfirmasi oleh para awak media membenarkan adanya kejadian yang disangkakan ke Matawi. “Kami sudah menindaklanjuti laporan Matawi atas kejadian waktu tahun 2017 lalu, tapi hingga saat ini kami belum menemukan tersangkanya, karena waktu adanya pelemparan dan pembakaran rumah Matawi terjadi pada malam hari,” pungkasnya.

Sementara itu, Suyono selaku Pj Desa Watukebo membenarkan adanya Matawi yang pernah meminta solusi atas isu yang sudah ditujukan kepadanya terkait dirinya memiliki ilmu santet. Dan kami selaku Perangkat Desa menyampaikan dan mencarikan jalan solusinya, dengan maksud untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang menimpa dirinya. Karena tidak menemukan solusi, akhirnya melakukan sumpah pocong.

“Soal santet memang sangat sulit untuk dibuktikan secara hukum, kemungkinan dengan adanya prosesi sumpah pocong yang ia harus lakukan ini, guna untuk membuktikan benar tidaknya isu yang ditujukan kepadanya, mudah-mudahan dengan adanya prosesi sumpah pocong ini bisa mendapatkan kebenarannya,” ungkap Suyono. (Tim)

Facebook Comments Box