M-RADARNEWS.COM, JATIM – Kinerja Perusahaan Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo, dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren yang terus menanjak. Perusahaan daerah penyedia layanan air bersih ini berhasil melipatgandakan laba, memperluas cakupan layanan, serta mencetak rekor kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi sejak berdiri.

Berdasarkan data 2021-2025, laba perusahaan meningkat signifikan dari Rp15,19 miliar pada 2021 menjadi Rp46,64 miliar di 2024. Meski pada 2025 turun menjadi Rp35,72 miliar akibat batalnya program hibah Inpres 10 ribu sambungan rumah dari pemerintah pusat, capaian tersebut tetap melampaui target rencana bisnis perusahaan.

Di tengah tantangan tersebut, kontribusi Delta Tirta terhadap PAD justru mencatatkan sejarah. Pada 2025, setoran PAD perusahaan mencapai Rp18,74 miliar, angka tertinggi sepanjang perjalanan Delta Tirta.

“Capaian ini merupakan hasil dari transformasi pelayanan, efisiensi operasional, serta penguatan infrastruktur distribusi air bersih yang kami jalankan secara bertahap dalam lima tahun terakhir,” ujar Direktur Utama (Dirut) Dwi Hary Soeryadi, Minggu (24/05/2026).

Dari sisi operasional, pemanfaatan air dari SPAM Umbulan juga melampaui target. Realisasi serapan pada 2025 mencapai 1.108 liter per detik, lebih tinggi dari target 1.080 liter per detik. Dampaknya turut dirasakan langsung oleh pelanggan melalui peningkatan kualitas air dan naiknya tingkat kepuasan masyarakat.

Jumlah pelanggan pun terus bertambah. Dari sekitar 191 ribu sambungan rumah pada 2021, kini Delta Tirta telah melayani lebih dari 228 ribu pelanggan pada 2025. Peningkatan itu turut mendorong cakupan layanan air bersih di Kabupaten Sidoarjo dari 25,33 persen menjadi 33,46 persen.

Ke depan, perusahaan telah menyiapkan peta jalan menuju cakupan layanan mendekati 100%. Sejumlah proyek strategis tengah dipersiapkan di wilayah Krian, Waru, Lengkong, Kalimati, hingga Tawangsari. Targetnya cukup ambisius: mencapai 790 ribu sambungan rumah dan hampir 100 persen layanan air bersih di Sidoarjo pada 2042.

Meski demikian, satu pekerjaan rumah besar masih menjadi fokus, yakni menekan Tingkat Kehilangan Air (TKA) agar kualitas pelayanan semakin optimal di masa mendatang. (znr)

Spread the love