M-RADARNEWS.COM, JATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), menyiapkan sejumlah langkah penghematan energi menyusul tersendatnya distribusi minyak di Teluk Persia akibat konflik Israel-AS dan Iran. Berbagai opsi tengah dikaji, mulai dari optimalisasi 2.500 desa mandiri energi, penggunaan transportasi umum dan sepeda oleh Aparatur Sipil Negera (ASN), hingga penerapan kerja dari rumah (WFH).
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, berbagai opsi tersebut masih dalam proses kajian sambil menunggu surat edaran (SE) resmi dari pemerintah pusat yang direncanakan terbit pada 31 Maret 2026.
“Kita sudah punya 2.500 Desa Mandiri Energi, itu nanti akan kita maksimalkan. Kita juga punya BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB) yang berkaitan dengan penggunaan gas alam dan sudah diterapkan di beberapa lokasi,” ujar Luthfi di Grhadhika Bhakti Praja, Senin (30/03/2026).
Selain itu, Pemprov Jateng juga menyiapkan skema penggunaan kendaraan nirminyak bagi ASN, termasuk imbauan untuk menggunakan transportasi umum. Solusi ini diharapkan tidak hanya diterapkan di tingkat provinsi, tetapi juga diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota.
“Kita sudah kalkulasi. Pada hari tertentu, jika diperlukan, seluruh ASN bisa naik sepeda bersama bupati atau wali kota. Ke kantor naik sepeda. Ini masih dihitung-hitung, termasuk opsi penggunaan kendaraan umum,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga mempertimbangkan penerapan WFH guna menekan konsumsi energi. “Target penghematannya masih kita hitung. Naik sepeda, kalau perlu lari. WFH juga sedang dikaji harinya apa. Begitu pemerintah pusat menerbitkan surat edaran, kita langsung jalankan,” pungkas Luthfi. (ed/kf)

