Site icon www.m-radarnews.com

Gelar Aksi Damai, ARB Tolak Rencana Keberadaan Kampung Rusia di Bumi Blambangan 

Massa ARB saat menggelar aksi damai di depan Pendopo Sabha Swagata, Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis (16/04/2026). (Foto: istimewa)

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) menggelar aksi damai penolakan terkait rencana keberadaan Kampung Rusia, di depan Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis (16/04/2026).

Ketua ARB Mujiono Mandar menegaskan, bahwa menolak terhadap rencana keberadaan Kampung Rusia di Bumi Blambangan tersebut karena berpotensi menimbulkan polemik sosial serta mengganggu stabilitas masyarakat lokal jika tidak dikaji secara matang.

Muji juga menjelaskan, bahwa pihaknya tidak menolak investasi asing secara keseluruhan, namun meminta agar pemerintah daerah lebih selektif dan transparan dalam menerima konsep pembangunan yang melibatkan unsur budaya dan komunitas luar negeri.

“Banyuwangi memiliki kearifan lokal yang harus dijaga. Jangan sampai ada konsep pembangunan yang justru menimbulkan ketimpangan sosial atau konflik di tengah masyarakat,” katanya.

Selain menyoroti isu tersebut, Muji Mandar juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas terkait kasus penganiayaan yang terjadi di kawasan Pantai Boom beberapa waktu lalu.

Ia juga menilai penanganan kasus tersebut harus dilakukan secara cepat dan adil demi menjaga rasi aman masyarakat. “Kasus penganiayaan di Pantai Boom tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kami mendesak aparat untuk segera menangkap dan mengadili pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan kekerasan yang terjadi di ruang publik dapat mencoreng citra Banyuwangi sebagai daerah tujuan wisata dan berharap aparat kepolisian dapat bekerja profesional dan transparan dalam mengusut kasus tersebut.

“ARB akan terus mengawal perkembangan kedua isu tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

la juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. (yn)

Spread the love
Exit mobile version