JATIM, (M-RADARNEWS.COM), –               Giat Penyekatan 8 titik di Wilayah Polres Jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), yang dilaksanakan pada hari, Jumat, 7 Mei 2021. Penyekatan 8 titik diantaranya Pacitan – Jogja (Cemeng), Pacitan – Wonogiri (Jeruk), Ngawi – Solo (Keluar Tol Km 579), Ngawi – Sragen (Mantingan), Magetan – Karanganyar (Cemoro Sewu), Bojonegoro – Cepu (Padangan), Ponorogo – Wonogiri (Badegan), dan Tuban – Rembang (Bancar).

Giat tersebut selama 24 jam dibagi 3 Steker, masing-masing Steker 8 Jam ini melibatkan masing-masing Pos Penyekatan 141 Personel.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, Sabtu (08/05/2021) menyampaikan, bahwa kendaraan yang keluar atau masuk Provinsi Jawa Timur Akan dilaksanakan Pemeriksaan Pos Pemeriksaan, bilamana terindikasi Mudik akan diputar balik sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, banyaknya masyarakat yang tidak membawa Surat Keterangan dari Covid-19, Banyaknya masyarakat yang berasumsi untuk bekerja di lokasi yang dituju, Tidak ada surat izin dari perusahaan tempat kerja atau surat izin dari kelurahan / kecamatan dan Memanfaatkan Adanya Akomodasi Travel Gelap.

Pelanggaran tersebut, akan dilakukan Rapid Test ulang di lokasi penyekatan, Memutar balik ketempat asal pelaku perjalanan Mudik dan Menindak Tegas para pelaku Travel gelap dengan cara menahan Kendaraan yang digunakan.

Hasil dari kegiatan tersebut yang kendaraannya dilakukan pemeriksaan seperti 248 Sepeda motor, 607 Mobil Penumpang, 6 Mobil Bus, 2.378 Mobil Barang dan Kendaraan Khusus.

Sedangkan kendaraan diputar balikkan seperti 116 Sepeda motor, 223 Mobil Penumpang, 4 Mobil Bus, dan 22 Mobil Barang. Sementara yang dilakukan Rapid Test antigen sebanyak 83 orang.

Penyekatan batas provinsi Jawa Timur – Bali, seperti Banyuwangi – Bali (Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk) dengan waktu 24 jam dibagi 3 Plug masing masing Plug 8 Jam dengan masing-masing Pos Penyekatan 156 Personel.

Di sana sudah dipersiapkanPost Screening Rapid Test dan Pengamanan Jalur Antisipasi Kepadatan. Dan banyaknya masyarakat yang tidak membawa Surat Keterangan Bebas dari Covid-19. Banyaknya masyarakat yang berasumsi untuk bekerja pada lokasi yang dituju. Tidak adanya surat izin dari perusahaan tempat kerja atau surat izin dari kelurahan/ kecamatan. Memanfaatkan Adanya Akomodasi Gelap Travel dan Banyaknya Masyarakat yang mempunyai Surat bebas Covid tapi masa yang sudah kadaluarsa.

Yang melakukan pelaksanaan Uji Cepat ulang di lokasi penyekatan, Memutar balik ketempat asal pelaku perjalanan Mudik dan Menindak Tegas para pelaku Perjalanan gelap dengan cara menahan Kendaraan yang digunakan.

Hasil Kendaraan di wilayah penyakatan Banyuwangi Bali seperti 43 Sepeda motor, 22 Mobil Penumpang, 3Mobil Bus, 33 Mobil Barang dan & Kendaraan Khusus.

Kendaraan diputar balikkan Sepeda motor – 25, Mobil Penumpang – 20, Mobil Bus – 3, Dan Rapid Test antigen – 31

Penyekatan 20 titik antar rayon terhadap kendaraan yang ditentukan oleh Sepeda motor – 8294, Mobil Penumpang – 5639, Mobil Bus – 360, Mobil Barang – 3500 dan Kendaraan Khusus – 22.

Sedang Kendaraan diputar balikkan Sepeda motor – 1147, Mobil Penumpang – 1023, Mobil Bus – 124, Mobil Barang – 230, Kendaraan Khusus – 8 dan Rapid Test antigen – 159.

Penyekatan 45 titik Exit Tol pemeriksaan kendaraan Mobil Penumpang – 565, Mobil Bus – 19, Mobil Barang – 469 dan Kendaraan Khusus – 8.

Kendaraan diputar balikkan Mobil Penumpang – 109, Mobil Bus – 6, Mobil Barang – 43, Kendaraan Khusus – 2, dan Rapid Test antigen – 171. (red / tnpj)

Facebook Comments Box