M-RADARNEWS.COM, JATIM – Dalam rangka Milad ke-56, H. Warih Andono yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, menggelar tasyakuran dan pertunjukan kesenian Tari Jaranan Jawa Asli “Putro Warso Wijoyo”. Pagelaran ini digelar sebagai bentuk syukur kepada Tuhan YME, sekaligus wujud kepedulian terhadap pelestarian budaya tradisional.
Acara berlangsung di depan kantor PT Hasana Damai Putra Delta Sari Indah, Kecamatan Waru, Sidoarjo, dan dihadiri ribuan warga Desa Kureksari dan sekitarnya, Sabtu malam (09/05/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Waru Farhan, sejumlah kepala desa dari Kecamatan Waru dan Gedangan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat Desa Kureksari, serta tokoh masyarakat setempat.
Sebelum pertunjukan dimulai, acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Selanjutnya dilakukan pemotongan tumpeng oleh H. Warih Andono yang kemudian diserahkan kepada Camat Waru, Farhan, sebagai simbol rasa syukur atas karunia umur dan kesempatan untuk terus berbuat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Abah Warih sapaan akrabnya menegaskan, bahwa pelestarian budaya tradisional harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, perkembangan teknologi dan budaya modern, termasuk penggunaan gadget, telah menggeser minat generasi muda terhadap kesenian seperti jaranan.
“Ini bentuk pelestarian budaya. Mestinya budaya tradisional harus terus dijaga dan dikembangkan. Apalagi saya bagian dari pemerintahan, tentu mendorong agar budaya ini tetap hidup dan berkembang,” ujarnya di sela-sela acara.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, terutama pemerintah, ikut terlibat aktif dalam menjaga kesenian daerah. “Harapan kami sebagai pelaku budaya, ayo pemerintah ikut cawe-cawe, ikut mengayomi, supaya budaya Sidoarjo tidak punah tetapi terus berkembang,” tegasnya.
Abah Warih juga menambahkan, pertunjukan semacam ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi turut menggerakkan ekonomi warga lokal. Banyak UMKM yang berjualan di sekitar area pertunjukan dan mendapatkan keuntungan dari ramainya pengunjung.
“Penonton sangat antusias. Ini menunjukkan masyarakat membutuhkan hiburan. UMKM yang berjualan juga sangat terbantu, bahkan banyak yang dagangannya habis,” ujar Warih dengan wajah gembira.
Sementara itu, perwakilan Putro Warso Wijoyo menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, atas dukungan terhadap pengembangan kesenian jaranan di daerah.
“Kami berterima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sidoarjo. Semoga kesenian jaranan bisa terus dikembangkan agar tidak punah dan menjadi kebanggaan generasi penerus bangsa, khususnya di Kabupaten Sidoarjo,” ujar Abah Warso.
Usai seremoni, pertunjukan jaranan dimulai. Alunan gamelan yang indah berpadu dengan taburan bunga, asap kemenyan, serta aksi para penari jaranan dan pemain jatilan yang atraktif. Beberapa pemain bahkan mengalami kesurupan yang menambah suasana mistis selama pertunjukan.
Paduan musik dangdut dengan gamelan, busana warna-warni para penari, kuda lumping berukuran besar, serta permainan lighting dan sound system yang megah membuat suasana semakin hidup dan memanjakan para penonton. (znr)

