JATENG, (M-RADARNEWS.COM),-            Persebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Boyolali masih terjadi dan meluas di awal tahun 2021 dengan bertambahnya pasien positif terkonfirmasi. Terdapat dua klaster yang mendominasi penyebaran Covid-19 di Kota Susu yang disampaikan di pekan pertama tahun 2021.

“Sekarang perkembangannya ada di dua klaster tersebut yakni klaster keluarga dan klaster tempat kerja,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina saat dijumpai di kantornya, Selasa (05/01/2021).

Disinyalir kedua klaster tersebut bertambah karena adanya kegiatan bersama. Karena masyarakat akan membuka masker dan terjadinya percakapan yang melibatkan dua orang atau lebih.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan penambahan kasus selama enam hari yakni Rabu-Senin (30/12/2020-4/1/2021) sebanyak 223 kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali. “Kurang lebih ada 223 kasus,” ungkap Lina, sapaan akrab Ratri S. Survivalina.

Pada Rabu (30/12/2020) terkonfirmasi sebanyak 14 kasus positif Covid-19, Kamis (31/12/2020) bertambah 9 kasus, pada Jumat (1/1/2021) bertambah 11 kasus, dan Sabtu (2/1/2021) bertambah 62 kasus. Sementara itu, pada Minggu (3/1/2021) bertambah 65 kasus, pada Senin (4/1/2021) bertambah 62 kasus.

Total kasus konfirmasi sampai dengan hari ini ada 3.414 kasus,” ujar Lina.

Dari jumlah akumulasi 3.414 kasus tersebut yang posisi masih dirawat ada 133, yang melaksanakan isolasi mandiri 232, sudah selesai isolasi 2.944 dan meninggal dunia sebanyak 105 orang.

Dengan data tersebut, kondisi di Boyolali untuk persentase kesembuhan sebesar 86 persen, sedangkan persentase kematian ada tiga persen. Berdasarkan indikator yang digunakan dalam penilaian Covid-19 atas status risiko wilayah, Kabupaten Boyolali memiliki nilai 1,88 yang berarti berada di zona risiko sedang atau zona oranye. (red/hm)

Facebook Comments Box