JAKARTA, (M-RADARNEWS.COM),- Industri Konstruksi yang saat ini tengah menggeliat memerlukan atensi dari perbankan sebagai mitra dalam mendorong kemampuan modal kerja, hal tersebut mendapat perhatian Bank BJB Kanwil IV Banten, Selasa (19/03/2019) gelar audiensi dengan yayasan konstruksi dan infrastruktrur Indonesia di Gedung Graha LPJK, Jakarta Selatan.

Dewan Pengawas Lembaga Pengembangan Jasa Konstrtuksi Nasional Bahctiar Ravenala Ujung mengatakan, bahwa saat ini ada 186.000 Kontraktor Se-Indonesia yang terdiri dari dari kecil, menengah dan besar tentunya memerlukan perhatian dari industri perbankan agar Industri konstruksi dapat lebih tepat waktu tepat mutu,” ujarnya.

CEO Bank Banten Kanwil IV Edy kurniawan saputra menyampaikan, bahwa berkantor pusat di Bandung. Bank ini didirikan pada tanggal 20 Mei 1961 dengan bentuk perseroan terbatas (PT), kemudian dalam perkembangannya berubah status menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Saat ini Bank BJB memiliki 65 Kantor Cabang. Edy Dalam kesempatan ini juga berharap dengan dibangunnya sinergitas dapat memberikan manfaat untuk para pihak.

Group Head Kannwil IV Banten Nensi Tambunan yang turut mendampingi menuturkan bahwasanya Bank BJB memiliki beberapa fasilitas kredit sedangkan untuk konstruksi adalah KMKK yang cukup familiar dengan industri konstruksi dan tahapannya cukup simpel, fasilitas tersebut juga tentunya membutuhkan jaminan tambahan (Agunan -red),” kata Nensi.

Lanjut Nensi, sedangkan untuk yang lain normatif dengan durasi 14 hari kerja jika dokumennya lengkap, adapun SLIK ( Layanan Pengganti BI Checking ) sebagai aturan OJK menjadi satu kewajiban.

Hal tersebut mendapat tanggapan yang positif dari para pelaku usaha industri konstruksi dan asosiasi yang hadir, beberapa pertanyaan yang menjadi topik yang menarik dalam diskusi selasa 19/03/19 sore tersebut, nantinya sinergitas ini akan ditingkatkan dalam bentuk Gathering Kontruksi di Provinsi Banten dengan Lingkup Nasional. (Tim/**)

Facebook Comments Box