M-RADARNEWS.COM, JATIM – Wali Kota Eri Cahyadi mengimbau seluruh warga Surabaya untuk memperkuat toleransi antarumat beragama menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi 2026 dan Idulfitri 1446 Hijriah yang jatuh berdekatan.
Wali Kota Eri menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan umat Hindu yang menjalankan rangkaian ibadah Nyepi, terutama saat umat Islam merayakan malam takbiran. Ia meminta agar pelaksanaan takbir di wilayah yang berdekatan dengan tempat ibadah umat Hindu dilakukan dengan penyesuaian.
“Ketika ada takbir, di titik-titik tertentu yang terdapat warga Surabaya beragama Hindu, saya nyuwun tolong, seperti di wilayah Kenjeran, agar takbir tidak dilakukan dengan berkeliling di sekitar Pura,” ujar Eri, pada Selasa (17/03/2026).
Ia juga meminta pengelola masjid atau musala yang lokasinya berdekatan dengan Pura untuk tidak menggunakan pengeras suara luar saat mengumandangkan takbir. Langkah ini untuk menjaga keheningan, yang merupakan bagian utama dari prosesi Nyepi.
“Jika berdekatan dengan Pura, mohon tidak menggunakan pengeras suara luar. Cukup di dalam saja, karena kita menghormati umat Hindu yang sedang memperingati Nyepi,” tegasnya.
Menurut Eri, imbauan ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Surabaya untuk menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Ia meyakini semangat saling menghargai akan menjaga Surabaya tetap aman, sejuk, dan toleran bagi seluruh pemeluk agama.
Selain itu, Wali Kota Eri juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat di tingkat kecamatan serta kelurahan untuk turut mensosialisasikan imbauan tersebut demi terciptanya kenyamanan selama hari besar keagamaan berlangsung.
“Mari kita bersama menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kota Surabaya,” tutupnya. (znr/*)

