M-RADARNEWS.COM, BALI – Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1947 yang berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1446H/2025, Kepolisian Resort (Polres) Jembrana menerapkan rekayasa lalu-lintas untuk mengurai antrian panjang kendaraan pemudik yang menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Agung 2025, untuk memastikan kelancaran arus mudik dan mengatur volume kendaraan yang semakin bertambah mendekati puncak arus mudik.
“Rekayasa lalu-lintas ini sudah kami bahas serangkaian Operasi Ketupat Agung 2025. Saat antrian kendaraan pemudik mulai panjang, rekayasa lalu-lintas itu kami terapkan,” kata Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto, Rabu (26/03/2025).
Sedangkan, untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, mobil pribadi dan sepeda motor diarahkan masuk ke Terminal Kargo Gilimanuk sebelum mengambil jalur menuju area parkir pelabuhan. Sementara itu, truk dan bus tetap melewati jalan utama Denpasar-Gilimanuk menuju dermaga Landing Craft Machine (LCM).
Terpantau hingga Rabu siang pukul 12.30 WITA terpantau antrean mobil pribadi sudah mencapai kawasan Hutan Cekik, sekitar 3 kilometer dari pelabuhan. Sedangkan bus dan truk, antrean mengular hingga sekitar 1,4 kilometer, sedangkan antrean sepeda motor relatif lebih pendek.
Untuk mempercepat arus penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry telah mengerahkan 32 kapal yang beroperasi di lima dermaga Movable Bridge (MB) dan 12 dermaga LCM. Setiap kapal membutuhkan waktu 25 hingga 45 menit untuk bongkar muat kendaraan.
Selain mengatur kendaraan pemudik di wilayah Gilimanuk, pihaknya juga menerapkan delay system (penundaan) terhadap kendaraan barang sumbu tiga yang dimulai dari pos pengamanan di wilayah Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan yang merupakan ujung timur dari Kabupaten Jembrana.
Apabila kendaraan jenis tersebut masih lolos, saat sampai di wilayah Gilimanuk akan diarahkan masuk ke areal parkir Jembatan Timbang Cekik.
“Delay system itu kami berlakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan dan mempercepat pemudik beserta kendaraannya masuk ke kapal,” imbuhnya.
Selain itu, polisi yang bertugas di Pos II Pelabuhan Gilimanuk tetap sigap melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang, kendaraan dan orang yang masuk ke Bali.
“Selain metal detector dan mirror, kami juga mengerahkan anjing pelacak untuk mencegah barang berbahaya dan terlarang masuk ke Bali,” pungkasnya.
Polres Jembrana menghimbau para pemudik mematuhi arahan dari petugas, agar kendaraan yang menuju dan masuk pelabuhan bisa teratur dan mengurangi potensi kemacetan di sekitar pelabuhan. (yn/*)

