JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Polda Jawa Timur siagakan sekitar 2,4 juta netizen untuk menangkal ujaran kebencian menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Ribuan netizen itu dibina secara berkelanjutan dan tersebar di seluruh Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mengera mengatakan, sekira 2,4 juta netizen tersebar di Jatim yang dirangkul Polda dan jajaran. Mereka diberi bekal pemahaman tentang bahaya ujaran kebencian dan informasi palsu alias hoax. “Simpul-simpul netizen kita rangkul untuk ikut serta melawan hatespeech dan hoax,” kata Kombes Barung-sapaan akrabnya kepada wartawan, Kamis (16/08).

Pembinaan terhadap netizen, lanjutnya Kombes Barung, sudah berjalan lama dan berkelanjutan. Dengan cara itu, dia mengklaim Polda berhasil meminimalisasi sebaran ujaran kebencian dan informasi palsu alias hoax di Jawa Timur. “Buktinya pada Pilkada serentak kemarin, Jawa Timur dari sisi jumlah penduduknya mestinya rangking satu (sebaran ujaran kebencian), tapi kenyataannya rangking 14,” ujar Kombes Barung.

Pengalaman pada Pilkada serentak lalu, lanjut Kombes Barung, menjadi modal bagi Polda Jatim dalam menghadapi Pilpres dan Pileg mendatang. “Modal dalam rangka menggerakkan hal-hal yang berkaitan dengan (ujaran kebencian terkait Pemilu 2019), karena ini sudah mulai. Contoh, sudah ramai tagar agar ganti presiden,” tandasnya.

Disadari, pesta demokrasi kali ini memberi pintu lebar bagi oknum atau kelompok tidak bertanggungjawab untuk menyebarluaskan ujaran kebencian dan informasi palsu (hoax) melalui media sosial. Dukung-mendukung, like and dislike, dan kepentingan ekonomi, jadi pendorong. “Pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa tahun lalu bisa jadi contoh,” lanjutnya.

Polda Jatim, lanjut Kombes Barung , sejak awal sudah berupaya keras menghalau ujaran kebencian dan informasi palsu (hoax). Komunitas netizen segera dirangkul dan diajak serta dibina untuk ikut berperan menangkal kejahatan siber. (Tim/TNPJ)

Facebook Comments Box