M-RADARNEWS.COM, JATIM – Pelaksanaan perdana Hari Fraksi PKB di Kantor DPC PKB Sidoarjo, Jumat (08/05/2026), mendapat sambutan antusias dari puluhan warga. Sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, masyarakat datang silih berganti ke kantor DPC yang berlokasi di Jl. Airlangga No. 5-6, Kapasan, Sidokare, untuk menyampaikan beragam keluhan dan aspirasi secara langsung kepada para legislator.
Ketua DPC PKB Sidoarjo, H. Abdillah Nasih mengatakan, salah satu aduan yang paling menonjol datang dari tenaga honorer pendidikan. Mereka mempertanyakan kebijakan dalam SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, yang masih memberi ruang bagi guru non-ASN mengajar di sekolah negeri hingga 31 Desember 2026 sebelum pemberlakuan penghentian total pada 1 Januari 2027. Menurutnya, aspirasi ini akan menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan layanan pendidikan.
Selain isu pendidikan, warga juga menyampaikan keluhan terkait infrastruktur. Salah satunya adalah keberadaan truk-truk yang kerap berhenti menunggu operasional timbangan jalan, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas dan menimbulkan kemacetan. Aduan lain muncul terkait aktivitas penyembelihan ayam di sekitar Pasar Taman Sepanjang, yang menimbulkan bau tidak sedap dan dianggap mengganggu kenyamanan warga.
Abdillah menegaskan, seluruh aduan masyarakat akan diteruskan kepada komisi terkait di DPRD Sidoarjo. Dalam kegiatan ini, anggota dari Komisi A, B, C, dan D turut hadir untuk mengelompokkan laporan sesuai bidangnya. “Setelah ini kami akan memanggil OPD terkait untuk menindaklanjuti hasil Hari Fraksi,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo, Dhamroni Khudlori menegaskan, bahwa Hari Fraksi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana efektif untuk memastikan suara masyarakat tersampaikan dengan jelas kepada para wakil rakyat.
Ia mengakui, bahwa banyak warga selama ini bingung harus mengadu ke mana, sehingga kehadiran Hari Fraksi menjadi jembatan yang mendekatkan DPRD dengan masyarakat. “Kami ingin masyarakat merasa bahwa kantor dewan ini benar-benar rumah aspirasi mereka,” tegasnya.
Dhamroni juga memastikan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti melalui mekanisme internal fraksi, mulai dari komisi-komisi terkait hingga koordinasi dengan OPD. “Kami ingin memastikan setiap keluhan punya arah penyelesaian. Tidak ada aspirasi yang dibiarkan menguap begitu saja,” tambahnya.
Pada hari pertama, kegiatan dibagi dalam dua sesi;
- Sesi pertama menghadirkan: H. Usman Mkes, H. Rizza Ali Faizin, Hj. Ainun Jariyah, H. Pujiono, H. Elok Suciwati, Muhammad Rojik, dan Atok Ashari.
- Sesi kedua diikuti oleh: H. Abdillah Nasih, H. Dhamroni Khudlori, H. Sayfuddin Affandi, H. Sullamul Hadi Nurmawan, H. Sutadji, H. Abud Asyirofi, dan H. Rafi Wibisono.
Beragam persoalan bermunculan sepanjang forum, mulai dari kekhawatiran terkait penghapusan guru honorer, pemanfaatan gedung sekolah untuk kegiatan masyarakat, masalah infrastruktur jalan, hingga aduan mengenai limbah dan bau dari rumah potong ayam.
Sejumlah warga yang hadir mengaku puas karena bisa menyampaikan keluhan secara langsung kepada para wakil rakyat. Mereka berharap seluruh aduan benar-benar ditindaklanjuti. Sementara itu, pihak fraksi memastikan kegiatan semacam ini akan digelar secara rutin sebagai wujud komitmen mendekatkan DPRD dengan masyarakat. (znr/*)

