JATIM, (M-RADARNEWS),- Semakin seru, kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan untuk menguak lebih mendalam jaringan prostitusi artis online, yang perkembangan penyidikannya terus dipantaunya.

“Semakin seru saja kasus yang satu ini (prostitusi online yang melibatkan artis). Yang jelas perkembangan kasus ini tetap kami pantau,” tandas Kapolda Jatim didampingi Ditreskrimsus Kombes Akhmad Yusep Gunawan, Senin (14/1/2019) kemarin.

Sementara Vanessa Angel (VA) tercatat 15 kali menjual diri untuk hubungan seks dengan 15 lelaki lewat via prostitusi online . Dari 15 kali bertransaksi seks, VA sudah 9 kali jual diri di Jakarta, Surabaya dan Singapura.

Hal itu hasil pembuktian rekam jejak digital sinkronisasi dari percakapan Vanessa Angel dan dua mucikari Tentri dan mucikari Siska. Rekam jejak digital itu dibuka tim digital forensik Polda Jatim.

Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Ahmad Yusep Gunawan menjelaskan Vanessa Angel 6 kali bertransaksi seks di Jakarta, 2 kali di Singapura dan sekali di Surabaya.

“VA dua kali menerima order di Singapura, 6 kali di Jakarta dan satu kali di Surabaya. Jadi sudah terbuka 9 kali order dari 15 kali order,” terang Ahmad Yusep Gunawan di Polda Jatim.

Selama 9 kali terima order panggilan seks, Vanessa Angel dijual 6 mucikari. Sementara polisi baru menangkap 2 mucikari, yaitu Siska dan Tentri.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur menyebut jika Vanessa Angel 15 kali melakukan transaksi seks. Vanessa Angel bukan kali pertama menerima orderan prostitusi online dari mucikari Siska.

Polisi mengungkap transaksi yang dilakukan mucikari ES kepada Vanessa Angel. Berdasarkan data yang didapat penyidik Cyber Crime, terdapat 15 kali transaksi dalam rekening Siska ke Vanessa Angel.

Polisi menyebutkan harga sekali berhubungan seks dengan Vanessa Angel sebesar Rp 80 juta. Sementara dari rekening Vanessa Angel ke rekening Siska, terdapat 8 kali transaksi pengiriman uang.

Selain itu, VA juga pernah 2 kali transaksi seks atau berhubungan intim layaknya suami istri di Singapura. VA Jual diri ke Singapura dan berhubungan seks dengan 2 lelaki di sana.

Hal itu hasil pembuktian rekam jejak digital sinkronisasi dari percakapan Vanessa Angel dan dua mucikari Tentri dan mucikari Siska. Rekam jejak digital itu dibuka tim digital forensik Polda Jatim.

“Data digital forensik sinkronisasi alibi fokus dari VA, mucikari ES dan mucikari T melalui Chating, rekening keuangan dan tempat, VA dua kali menerima order di Singapura,” lanjut Kombes Akhmad Yusep Gunawan.

Sementara Harga transaksi seks VA di Singapura tidak berbeda harganya di Indonesia. Harga transaksi sek VA di Singapura mencapai Rp 80 juta.

Dari 15 kali bertransaksi seks, VA 9 kali jual diri di Jakarta, Surabaya dan Singapura.

Hal itu, sekali lagi, hasil pembuktian rekam jejak digital sinkronisasi dari percakapan Vanessa Angel dan dua mucikari Tentri dan mucikari Siska. Rekam jejak digital itu dibuka tim digital forensik Polda Jatim.

Kombes Ahmad Yusep Gunawan menjelaskan, VA sudah 6 kali bertransaksi seks di Jakarta, 2 kali di Singapura dan sekali di Surabaya.

“Terima order di Singapura tarifnya sama saja dengan tarif di Jakarta dan Surabaya. Tarifnya Rp 80 juta,” jelasnya Yusep Gunawan.

“Dari mucikari T nominalnya Rp 80 juta kemudian didistribusikan ke mucikari lainnya sebagai penghubung hingga sampai ke VA sebagai penerima order,” lanjutnya. (Tim/TNPJ)

Facebook Comments Box