BALI, (M-RADARNEWS.COM),- Terkait dugaan penipuan dan penggelapan kasus jual beli tanah yang dilakukan oleh mantan wakil gubernur Bali I Ketut Sudikerta terus bergulir, meski hari ini, tampak hadir sejumlah pihak di ruang penyidik Polda Bali.

Namun, Pihak kuasa hukum membantah jika pertemuan di ruang penyidik tersebut adalah lanjutan pemeriksaan terhadap kliennya itu.

“Tadi bapak (Sudikerta) hadir di ruangan penyidik itu bapak bertemu dengan rekan-rekan dalam rangka membahas bagaimana cara menyelesaikan persoalan ini dengan pihak pelapor gitu ya jadi kan kalau di ruang tahanan itu kan tidak dapat bicara secara leluasa maka butuh ruangan,” kata Kuasa hukum Sudikerta, Wayan Sumardika di Denpasar, Rabu (10/4/2019).

Sumardika mengungkapkan akan melakukan pendampingan secara intens terhadap kliennya.

“Kami para penasehat hukum akan semaksimal mungkin berusaha untuk mencari terobosan bagaimana caranya menyelesaikan persoalan ini,”

Ia juga menyinggung terkait kepemilikan lahan yang diperjualbelikan kepada pihak Maspion group.

“Objek itu kan ada kaitan dengan milik puri makanya diwakili oleh pak agung kemudian ada kaitan dengan pak wayan wakil makanya tadi bertiga duduk bersama begitu ya artinya mereka membahas internal masalah ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, eks Wagub Bali I Ketut Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan tanah Rp 149 miliar akhir tahun lalu. Selain kasus itu Sudikerta juga dijerat pasal pencucian uang.

Sudikerta ditangkap, Kamis siang, 4 April 2019 di Gate 3 Penerbangan Domestik Bandara Ngurah Rai. Sudikerta diketahui berencana terbang ke Jakarta. Usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Bali, Sudikerta langsung ditahan. (Tim)

Facebook Comments Box