JATIM, (M-RADARNEWS.COM),-          Peredaran narkotika jenis sabu dan pil ekstasi yang dikendalikan dari Lapas di Jatim dibongkar Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya. Terdapat 6 orang beserta barang bukti diamankan.

Kasatreskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari penggeledahan yang dilakukan di indekos kawasan Jalan Kutisari Selatan Surabaya, Kamis, 30 Januari 2020 kemarin. Dalam pengungkapan tersebut diamankan sejumlah tersangka antara lain Eddy Santoso (ES) (32) warga Kupang Krajan, Febrilliani(F) (22) warga Kutisari Selatan, Junaidi (J) (43) warga Kupang Krajan, Ika Putri (IP)(19) warga Krukah Utara, Catur Rendi (CR) (34) warga Kedondong Kidul dan Nurdiantoro (N) (32) warga Kampung Malang Surabaya.

“Ada sepasang kekasih jadi pengedar yakitu ES dan F. Dari penggeledahan yang dilakukan Anggota Unit I Satreskoba didapati sejumlah narkotika jenis ekstasi yang disimpan di sebuah dua dos besar. Barang dikirim melalui berantai hingga ketangan tersangka,” ungkapnya di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/1/2020).

Dari pengakuan dan pemgembangan yang dilakukan polisi juga mendapati satu nama yakni AK yang saat ini mendekam di salah satu lapas di Jatim. “Dari keduanya kami juga mendapat nama-nama jaringannya. Lalu dilakukan pengembangan didapati tersangka J yang indekos di wilayah Mulyorejo Baru Surabaya. Dari penangkapan J kami dapati sabu dengan berat lebih kurang 166,52 gram dan 12 butir ekstasi,” terangnya.

Tidak berhenti disitu, pengembangan juga terus dilakukan dan didapati sepasang kekasih berinisial CR dan IP yang sedang menginap disebuah hotel di kawasan Semampir Tengah. “Dari tangan keduanya kami amankan sabu seberat 23,74 gram dan 13 butir ekstasi serta pil double L,” paparnya.

Dari pengakuan sepasang kekasih tersebut, kata Memo, mereka mengaku memiliki anak buah berinisial N. Saat dilakukan penangkapan didapati sabu seberat 14,24 gram yang siap kirim,” ujarnya.

Sedangkan pengakuan ES, tersangka mengaku kalau Desember 2019 lalu telah mengambil narkotika dari AK secara ranjau berupa 2 kg sabu, 600 butir ekstasi dan 500 ribu ekstasi. Sementara itu dalam pengungkapan tersebut diamankan sejumlah barang bukti antara lain sabu seberat dengan total keseluruhan lebih kurang 204, 54 gram, ekstasi lebih kurang 14 butir dan Pil LL sebanyak lebih kurang 19.013 butir.

Para tersangka dijerat pasal 114(2) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan sanksi pidana maksimal hukuman mati. (tim/jnr/kmf)

Facebook Comments Box