JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 5.246 gram atau sekitar 5,2 kilogram (kg). Pemusnahan dipimpin Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Priambodo, dengan menggunakan mesin incenerator setelah dilakukan uji laboratorium terhadap kandungan Narkoba oleh petugas Labfor Surabaya, Selasa (21/5/2019).

Barang bukti yang dimusnahkan, merupakan hasil sitaan dari dua kasus dengan total enam tersangka. Kasus pertama, diungkap pada tanggal 23 Maret 2019 dengan empat tersangka berinisial, MR, MA, DW dan RS. Sedangkan kasus kedua, diungkap pada tanggal 2 Mei 2019 dengan dua tersangka, NH dan SA. Keduanya berjenis kelamin perempuan.

“Yang pertama dengan empat tersangka dengan barang bukti, kurang lebih satu koma sekian (kilogram). Yang satu lagi, empat koma sedikit (kilogram),” ucap Kepala BNNP Jatim. Dijelaskan Bambang, pada hari Sabtu (23/3) sekitar pukul 21.00 WIB, di samping di Jalan Raya Juanda, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, petugas BNNP Jatim menangkap tiga orang tersangka MR, MA dan DW.

Pada saat itu tersangka MR dan MA sedang dijemput oleh tersangka DW dengan menggunakan mobil Suzuki Ertiga berplat nomor W 1112 BT. Setelah keduanya saling bertemu seketika petugas BNNP Jatim melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka dan barang yang dibawa.

Saat penggeledahan itulah, petugas BNNP Jatim menemukan barang bukti dua bungkus plastik berisi Narkoba jenis sabu-sabu, masing-masing seberat 255 gram dan 252 gram. Untuk tersangka MA, petugas juga menemukan dua bungkus plastik yang di dalamnya berisi sabu-sabu seberat 239 gram dan 234 gram. Semua barang bukti tersebut ditemukan di dalam sandal warna cokelat yang dipakai oleh kedua pelaku.

Petugas BNNP Jatim kemudian mengembangkan kasus tersebut dan berhasil menangkap tersangka RS yang diduga berperan sebagai koordinator jaringan ini. Di waktu yang berbeda, pada hari Kamis, tanggal 2 Mei 2019 pukul 19.00 WIB di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Petugas BNNP Jatim juga telah menangkap dua orang berinisial SA dan NH.

“Dia berangkat di Madiun, dan dipastikan barang itu tiba. Dia ambil barang itu bersama temannya. Jadi dua orang ini kita tangkap di tempat pengambilan,” tandasnya. Dari pemeriksaan yang dilakukan kepada keduanya terungkap, bahwa jaringan ini dikendalikan oleh narapidana yang sedang menjalani masa tahanan di Lapas Madiun. (Tim/Jnr/Kmf)

Facebook Comments Box