Site icon www.m-radarnews.com

Komitmen Perkuat Pembangunan Keluarga, Pemprov Jateng Genjot Program Bangga Kencana

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bangga Kencana Tingkat Provinsi Jateng 2026, di Grhadika Bakti Praja, Semarang, Selasa (14/04/2026). Foto: dok/hum

M-RADARNEWS.COM, JATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), terus memperkuat pembangunan keluarga melalui implementasi program prioritas nasional Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Program ini mencakup sejumlah inisiatif strategis, di antaranya Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), serta pengembangan Super Apps berbasis digital.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Hal itu disampaikannya saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bangga Kencana Tingkat Provinsi Jateng 2026, di Grhadika Bakti Praja, Semarang, Selasa (14/04/2026).

“Sekarang ini kita melihat fenomena anak-anak lebih banyak curhat ke teman, bahkan ke artificial intelligence (AI), bukan ke keluarga. Ini menjadi keprihatinan kita bersama,” ujarnya.

Menurutnya, Rakorda tersebut menjadi momentum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan sejahtera.

Sumarno juga mengajak masyarakat untuk kembali menguatkan komunikasi dalam keluarga, salah satunya dengan mengurangi penggunaan gawai dan meluangkan waktu untuk berkumpul bersama.

“Keluarga harus kembali menjadi tempat utama untuk berbagi cerita dan menyelesaikan persoalan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jateng, Rusman Effendi menyampaikan, bahwa Rakorda ini bertujuan mendorong optimalisasi pelaksanaan lima program prioritas Bangga Kencana.

“Seluruh program ini membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar dapat berjalan maksimal,” katanya.

Adapun implementasi program dilakukan melalui berbagai langkah konkret. Program Genting diperkuat melalui penguatan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), advokasi, serta kegiatan edukatif seperti webinar keluarga bertajuk “Ngopi Penak”.

Program Tamasya diwujudkan melalui pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak, Forum Anak, kebijakan penyediaan tempat penitipan anak bagi pekerja/buruh, serta penerapan sekolah ramah anak dan pengasuhan positif.

Sementara itu, program GATI didukung melalui gerakan Garpu Perak, Gerakan Satu Jam Berkualitas (SatuJamku), Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG), serta kampanye He For She.

Untuk program Sidaya, Pemprov Jateng menghadirkan inovasi Serat Kartini (Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini) serta pembinaan melalui Bina Keluarga Lansia (BKL). Adapun Super Apps dikembangkan sebagai platform digital untuk mendukung layanan keluarga secara terintegrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga memberikan penghargaan kepada daerah berprestasi dalam program kependudukan dan pembangunan keluarga. Penghargaan diberikan kepada Kota Surakarta dan Kabupaten Temanggung, serta peserta terbaik program Tamasya dari Kabupaten Klaten.

Rakorda ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan keluarga berkualitas sebagai pilar utama pembangunan nasional. (ed/**)

Spread the love
Exit mobile version