BALI, (M-RADARNEWS.COM),- Komunitas atau perkumpulan seni rupa yang dinamakan C5 menggelar pameran seni rupa yang kedua di Griya Santrian Gallery, Jalan Tamblingan 47 Sanur, Denpasar yang akan dibuka secara langsung oleh Toka Sara (Art and Architecture) pada, Jumat, 11 Januari 2019 dan pameran berlangsung sampai 28 Februari 2019.

C5 berawal dari orang lain (sumber-red). Seseorang yang mengungkapkan hikmah dari Bulan Ramadhan sebagai C4 yaitu Critical (kritis), Communication (komunikasi), Collaboration (kolaborasi), Cooperation (kooperasi) dan ditambah Creativity (kreatifitas) untuk menghubungkan dengan dunia seni. Akhirnya bersama seluruh peserta pameran sepakat menjadikan CS sebagai tema pameran. Pameran ini merupakan kelanjutan dari pameran di Studio Kalahan, Yogyakarta.

Salah satu seniman Bali, Dollar Astawa dalam sambutannya mengatakan, acara pameran seni rupa C5 ini tentunya sangat menarik, jadi Griya Santrian Gallery menyiapkan tempat untuk menggelar acara pameran seni rupa C5 ini.

“Acara pameran seni rupa C5 ini sangat menarik, karena dari 25 hasil karya lukisan yang ditampilkan dari masing-masing seniman menampilkan 2 karya seni rupa yang terbaiknya untuk dipamerkan. Dan hasil karya lewat lukisan seni rupa ini para seniman mengkritisi alam sekitar atau keadaan sekitar lingkungan masyarakat,” Ungkap Dollar, Kamis (10/1/2018).

Terkait tujuan pameran seni rupa C5, Ketut Sugantika (Lekung) salah satu anggota C5 yang berasal dari Bali menjelaskan, bahwa C5 sendiri merupakan komunitas seniman lukis yang ada di Indonesia. Komunitas ini pertama kali terbentuk sejak tahun 2017, saat ini anggotanya berjumlah 13 orang yang berasal dari Yogyakarta (6 orang), Bali (6 orang), Jakarta (1 Orang).

“Komunitas ini dibentuk sebagai wadah untuk saling bekerjasama dan berkolaborasi antar seniman lukis yang ada di Indonesia. Komunitas ini juga menjadi ruang belajar bersama antar seniman,” ungkap Ketut Sugantika.

C5 berdiri sejak 2017, pameran perdana kita di Jogja 2018 lalu. C5 merupakan ruang belajar dan bekerjasama untuk kami, dan untuk berkontribusi pada lingkungan,” ucap Ketut Sugiantika atau yang akrab disapa Lekung ini.

“Dalam era perkembangan teknologi yang begitu pesat kita dituntut untuk semakin kreatif, menciptakan ruang-ruang berekspresi dan berkarya,” imbuhnya.

Disamping itu, Iqrar Dinata mewakili para komunitas C5 yang berasal dari Yogyakarta mengungkapkan, bahwa pameran seni rupa ini bisa terselenggara dengan cara berkolaborasi antara seniman seni rupa.

“Kita mengumpulkan para seniman seni rupa ini lewat group whatsapp, dan terkait anggota kita tidak terikat dengan jarak bahkan yang tergabung dalam komunitas C5 ini bisa juga bertambah atau berganti-ganti,” ujarnya. (Yd)

Facebook Comments Box