Site icon www.m-radarnews.com

Kumpulkan Pelaku Usaha, Gubernur Koster Minta Segera Jalankan Gerakan Bali Bersih Sampah

Acara sosialisasi dan pengarahan komitmen pelaku usaha, berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, pada Jumat (30/05/2024), bertujuan untuk mempercepat penanganan sampah di Bali dalam dua tahun ke depan. (Foto: dok/hum)

M-RADARNEWS.COM, BALI – Gubernur Bali, I Wayan Koster terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Gerakan Bali Bersih Sampah melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No. 9 Tahun 2025. Setelah sebelumnya bertemu dengan produsen Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK), kini ia mensosialisasikan SE tersebut kepada para pelaku usaha di Bali, termasuk perhotelan, restoran, pasar modern, dan pengelola wisata.

Acara pengarahan yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, pada Jumat (30/05/2024), bertujuan untuk mempercepat penanganan sampah di Bali dalam dua tahun ke depan. Gubernur Koster menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga alam dan budaya Bali, yang menjadi daya tarik utama pariwisata.

“Pariwisata Bali berlandaskan alam dan wisata budaya, itulah yang menjadikan Bali menarik di mata wisatawan dunia. Itu juga yang saya perjuangkan di periode kedua kepemimpinan saya dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Jadi, semua pelaku pariwisata harus mendukung juga,” jelas Gubernur.

Implementasi SE No. 9 Tahun 2025

SE Gubernur Bali No. 9 Tahun 2025 mengatur pengelolaan sampah berbasis sumber, pemanfaatan sampah organik, dan pengurangan sampah plastik sekali pakai. Gubernur Koster menegaskan, bahwa pelaku usaha harus segera menerapkan ketentuan ini, termasuk mengolah sampah dari sumbernya, memanfaatkan sampah organik, serta tidak menggunakan minuman kemasan plastik di bawah satu liter.

“Pelaku usaha mulai sekarang sudah harus menerapkan SE tersebut, sudah harus mengolah sampah dari sumbernya langsung, memanfaatkan sampah organik, serta tidak menggunakan minuman kemasan plastik di bawah satu liter. Sudah harus dijalankan mulai hari ini,” tegasnya.

Ia juga menekankan, bahwa menjaga Bali adalah tanggung jawab bersama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, yang harus dilakukan secara gotong-royong. Untuk mempercepat program ini, telah dibentuk tim yang langsung dikomandoi oleh Gubernur Bali untuk mengawasi seluruh sektor dan memastikan kepatuhan terhadap kewajiban pengelolaan sampah.

Gerakan ini, bahkan telah mendapatkan pujian dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menjadikan Bali pionir dalam bidang lingkungan. Gubernur Koster menyerukan semua pihak untuk bekerja bersama secara “lascarya, sekala, niskala ngayah dengan fokus, tulus, dan lurus demi Gumi Bali”. Ia juga mendorong pelaku usaha untuk menggunakan dana perusahaan dalam mewujudkan Bali yang bersih.

Fokus pada Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Selain fokus pada penanganan sampah, Gubernur Koster juga menyampaikan rencana untuk mengejar penggunaan energi bersih di Bali, yang juga harus diikuti oleh seluruh pelaku usaha ke depannya. Ia juga terus mengingatkan pelaku pariwisata untuk fokus menjalankan pariwisata berbasis budaya Bali, dengan penggunaan aksara Bali, pakaian adat Bali bagi pekerja, pelayanan dengan keramahan khas Bali, dan penyajian kesenian tradisional Bali yang berkualitas. (yd/*)

Spread the love
Exit mobile version