M-RADARNEWS.COM, JATENG – Universitas Semarang (USM) memberikan apresiasi kepada Kota Semarang yang dinilai terus menunjukkan perkembangan pesat sebagai kota tujuan pendidikan, pariwisata, dan investasi. Hal tersebut disampaikan Biro Akademik USM, Anantya Roestanto, dalam kegiatan Lapor Semarang Goes to Campus yang digelar di Gedung FTP USM, Jumat (29/05/2026).
Menurutnya, majunya Kota Semarang tidak lepas dari peran aktif masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam menyampaikan aspirasi dan ikut mengawal pembangunan. “Untuk itu masyarakat harus partisipatif. Mahasiswa juga perlu bersuara demi mendukung kemajuan Kota Semarang agar semakin pesat,” ujarnya.
Dengan dukungan fasilitas publik yang semakin lengkap dan perkembangan sektor pariwisata yang signifikan, Kota Semarang dianggap semakin nyaman sebagai tempat tinggal maupun tujuan kunjungan. Daya tarik inilah yang mendorong kegiatan edukatif seperti Lapor Semarang Goes to Campus digelar untuk memperkuat literasi layanan publik di kalangan mahasiswa.
Pemerintah Kota Semarang disebut terus berkomitmen menghadirkan layanan publik yang mudah diakses, cepat, dan responsif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga kanal utama layanan digital, yakni PPID, Lapor Semar Solusi AWP, serta Call Center 112.
Kepala Diskominfo Kota Semarang, Didik Dwi Hartono menegaskan, bahwa optimalisasi kanal komunikasi publik kini menjadi prioritas. “Melalui PPID, Lapor Semar Solusi AWP, dan Call Center 112, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, mahasiswa mendapat penjelasan mengenai fungsi dan manfaat tiga layanan digital:
- PPID Kota Semarang, melayani kebutuhan keterbukaan informasi publik, permohonan data, agenda kota, kanal anti-hoaks, hingga layanan komunikasi cepat melalui WhatsApp resmi.
- Lapor Semar Solusi AWP, menjadi wadah pengaduan masyarakat yang diteruskan ke OPD terkait secara transparan, terukur, dan dapat dipantau.
- Call Center 112, layanan panggilan darurat gratis 24 jam untuk penanganan kasus gawat darurat seperti kebakaran, ambulans, bencana, hingga gangguan keamanan.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan. Zara, mahasiswa perantauan, mengaku mendapat wawasan baru mengenai layanan publik di Semarang.
“Saya belum menemukan layanan seperti ini di daerah lain. Justru di Semarang saya tahu ada kanal pengaduan sekaligus layanan darurat yang mudah diakses,” ujarnya.
Hal senada disampaikan mahasiswa Ilmu Komunikasi USM, Zaenal, yang menilai pemerintah semakin serius membangun komunikasi publik yang transparan dan terintegrasi.
“Dengan layanan terpusat seperti ini, ada kepastian bahwa setiap aduan masyarakat dapat ditindaklanjuti karena kategorisasinya sudah jelas,” ungkapnya.
Kota dengan daya tarik tinggi seperti Semarang disebut harus terus dijaga agar tidak lengah terhadap berbagai capaian yang telah diraih. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda diperlukan untuk membantu pemerintah mengawal setiap penyelenggaraan layanan publik.
Melalui kegiatan Lapor Semarang Goes to Campus, diharapkan mahasiswa semakin mengenal kanal layanan publik Kota Semarang, tidak ragu menyampaikan aspirasi, serta turut berperan dalam mewujudkan pelayanan publik yang responsif, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (ed/hm)

