M-RADARNEWS.COM, JATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jateng, akan menggelar kegiatan Ngabuburit Kreatif dan Pasar Takjil yang berlangsung di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, pada 9-11 Maret 2026.
Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan bulan suci Ramadan yang akan melibatkan sekitar 60 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Jateng.
Ketua Gekrafs Jateng, Berty Diah Rahmana mengatakan, Ngabuburit Kreatif menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memasarkan produk sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.
Menurutnya, pelaksanaan pasar takjil dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Pasar takjil ini kolaborasi dengan beberapa dinas. Kegiatannya juga akan digabungkan dengan program dokter spesialis keliling (Speling),” kata Berty seusai melakukan audiensi dengan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, pada Kamis (05/03/2026).
Pasar takjil akan dibuka setiap sore mulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 18.30 WIB, menjelang waktu berbuka puasa. Selain menghadirkan berbagai kuliner khas Ramadan, kegiatan tersebut juga akan diramaikan oleh para konten kreator.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mendorong agar pengembangan ekonomi kreatif diperkuat hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di wilayahnya. Ia juga menekankan pentingnya merancang program ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Menurut Gubernur Luthfi, sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jateng, Hanung Triyono mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, asosiasi, dan pelaku ekonomi kreatif perlu terus diperkuat agar ekosistem ekonomi kreatif di daerah semakin berkembang.
“Dalam pariwisata selalu ada unsur budaya dan pelaku usaha, termasuk UMKM yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif. Karena itu setiap event sebenarnya dapat menggabungkan ketiga unsur tersebut,” ujarnya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif Disbudparekraf Jawa Tengah, Sarido menyebut, setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki potensi ekonomi kreatif yang berbeda.
Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif di daerah diharapkan mampu menonjolkan keunggulan dan ciri khas masing-masing wilayah sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah.
Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, nilai ekspor ekonomi kreatif Jawa Tengah pada semester I 2025 mencapai sekitar Rp53 triliun. Angka tersebut menempatkan Jateng sebagai penyumbang ekspor ekonomi kreatif terbesar kedua secara nasional. (ed/hm)

