JAKARTA, (M-RADARNEWS.COM),-            Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian resmi mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Inmendagri bernomor 15 Tahun 2021 tersebut dikeluarkan di Jakarta, Jumat (02/07/2021).

Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 menjadi payung hukum kegiatan masyarakat sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen. Penetapan tingkat wilayah tersebut berpedoman pada Indikator Penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

Inmendagri tersebut juga merupakan pelaksanaan Instruksi Menteri Dalam Negeri mengenai Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro, serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Dalam diktum ketujuh poin j, daerah yang menerapkan PPKM darurat diminta untuk memperkuat 3T (testing, tracing, treatment). Untuk pengujian perlu ditingkatkan sesuai dengan tingkat positif harian, dengan ketentuan: jika tingkat positif harian <5 persen, maka jumlah tes (per 1000 penduduk per minggu) adalah 1; dan jika tingkat positif tayangan >5 – <15 persen, maka jumlah tes (per 1000 penduduk per minggu) adalah 5; dan jika tingkat positif tayangan >15 – <25 persen, maka jumlah tes (per 1000 penduduk per minggu) adalah 10; sedangkan jika positivity rate tayang >25 persen, maka jumlah tes (per 1000 penduduk per minggu) adalah 15.

“Pengujian perlu terus ditingkatkan dengan target positivity rate <10 persen; pengujian perlu ditingkatkan terhadap suspek, yaitu mereka yang bergejala, dan juga kontak erat. Target orang dites per hari untuk setiap kabupaten/kota mengikuti tabel dan target yang telah ditetapkan dalam Inmendagri,” sebagaimana poin j diktum ketujuh dalam Inmendagri tersebut.

Sementara untuk menelusuri, perlu dilakukan sampai mencapai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi. Karantina perlu dilakukan pada yang diidentifikasi sebagai kontak erat. Setelah identifikasi kontak erat harus diperiksa (entry-test) dan perlu dijalankan. Jika hasil pemeriksaan positif maka perlu dilakukan isolasi. Jika hasil pemeriksaan negatif maka perlu dilanjutkan. Pada hari ke-5, perlu dilakukan pemeriksaan kembali (exit-test) untuk melihat apakah virus terdeteksi setelah/selama masa inkubasi. Jika negatif, maka pasien dianggap selesai.

Sedangkan untuk pengobatan, Inmendagri menjelaskan perlunya dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan gejala berat. Hanya pasien yang sedang bergejala, berat, dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit. Isolasi perlu dilakukan dengan ketat untuk mencegah penularan.

 

 

 

Sumber : Kemendagri

Facebook Comments Box