M-RADARNEWS.COM, BALI – Gubernur Bali, I Wayan Koster menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen Perkim) RI, Fahri Hamzah di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, pada Jumat (03/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, yakni membahas tentang penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), permukiman kumuh, serta desain kawasan perkotaan dan perdesaan Bali, agar selaras dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster melaporkan kondisi Bali, pasca-banjir besar akibat curah hujan tertinggi dalam 70 tahun yang dipicu badai equatorial Rossby. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota telah menyalurkan santunan masing-masing Rp15 juta per kepala keluarga terdampak.
Sementara pedagang Pasar Badung yang kehilangan dagangan mendapat ganti rugi sebesar Rp3,4 miliar sesuai data omzet dari pengelola pasar. Bantuan kepada korban banjir di Tabanan dan Jembrana juga telah disalurkan senilai Rp1 M lebih.
“Semua rumah rusak sudah tertangani, jalan dan jembatan sedang diperbaiki, dan ke depan kami audit empat sungai besar untuk reboisasi serta penataan ulang. Mitigasi bencana harus lebih kuat,” ujar Koster.
Gubernur Koster mengungkapkan, bahwa berdasarkan data, terdapat 33.086 unit RTLH di Bali, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Karangasem. Pemerintah menargetkan seluruh RTLH ini selesai ditangani pada 2029 melalui kolaborasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten/Kota.
“APBN akan membantu lebih dari 12 ribu unit rumah, sementara provinsi menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada kabupaten/kota, terutama enam daerah yang fiskalnya lemah. Kami juga menggandeng CSR dan gotong royong ASN,” jelasnya.
Koster juga memaparkan kondisi dan keunikan Bali, seperti tingkat kemiskinan dan pengangguran terendah di Indonesia, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) peringkat lima nasional. Namun, ia menyoroti masalah kesenjangan fiskal antarwilayah, alih fungsi lahan yang mencapai 700 hektar per tahun, kemacetan, dan peningkatan volume sampah.
Menyikapi ketergantungan Bali, pada pariwisata yang menyumbang 66 persen perekonomian, Koster menyatakan sedang merancang transformasi ekonomi agar Bali bisa bertahan dengan atau tanpa pariwisata.
Di awal pertemuan, Gubernur Koster juga melaporkan penanganan pasca-banjir besar akibat badai equatorial Rossby. Ia memastikan semua rumah rusak sudah tertangani, jalan dan jembatan sedang diperbaiki.
“Ke depan, kami audit empat sungai besar untuk reboisasi serta penataan ulang. Mitigasi bencana harus lebih kuat,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng itu.
Sementara itu, Wamen Perkim Fahri Hamzah menyebut Bali sebagai jantung pertumbuhan nasional sekaligus etalase Indonesia di mata dunia. Menurutnya, perumahan dan permukiman di Bali harus mencerminkan standar internasional.
“Bali dengan 6,5 juta wisatawan asing adalah wajah Indonesia. Desain perumahan dan permukiman di sini harus terintegrasi, modern, tetapi tetap menghormati budaya lokal,” kata Fahri.
Kementerian, lanjut Fahri, menargetkan renovasi 400 ribu unit rumah di seluruh Indonesia dan mendorong hingga 1 juta unit. Khusus untuk Bali, fokus diarahkan pada penghapusan RTLH mulai tahun depan (2026), termasuk penataan kawasan kumuh seluas 12 km di sekitar sungai dan pesisir.
“Kawasan pesisir Bali harus kita jadikan bercahaya seperti Maldives, menjadi kampung nelayan modern yang higienis dan ramah wisata,” ujarnya.
Fahri juga menekankan pentingnya perumahan bersusun di perkotaan sebagai perumahan subsidi agar tidak lagi memakan lahan subur. “Aturan budaya tentang batas ketinggian bangunan kita hormati. Namun, kita bisa adaptasikan konsep rumah bersusun dua-tiga lantai,” tegasnya.
Di akhir pertemuan, Gubernur Koster menyampaikan, bahwa konsep Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun akan menjadi pedoman jangka panjang, termasuk mengatur pengendalian alih fungsi lahan dan konsolidasi lahan.
“Jika alokasi perumahan bisa ditambah pada 2026, kami optimistis RTLH di Karangasem, Gianyar, Jembrana, dan Bangli bisa dipercepat penyelesaiannya. Bali harus menjadi wajah terbaik Indonesia,” tutupnya. (yd/**)

