M-RADARNEWS.COM, JATIM – Menjelang tahapan akhir seleksi Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo, perhatian publik tertuju pada proses rekrutmen yang tengah berlangsung. Hal ini menyusul munculnya isu dugaan kebocoran soal dalam pelaksanaan tes Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang digelar di Polda Jawa Timur (Jatim).

Meski belum terdapat keterangan resmi terkait isu tersebut, situasi ini memunculkan dorongan agar seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama pada tahap wawancara akhir yang menjadi penentu utama kelayakan calon direksi.

Salah satu peserta seleksi, Nanang Haromain mengusulkan agar proses wawancara akhir dilaksanakan secara terbuka dan disiarkan secara langsung (live). Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi upaya untuk memperkuat transparansi sekaligus menjaga kredibilitas proses seleksi di mata masyarakat.

“Transparansi menjadi hal penting untuk memastikan seluruh proses berjalan objektif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujarnya, pada Selasa (09/06/2026).

Nanang bukan sosok baru dalam bidang pelayanan publik dan tata kelola kelembagaan di Kabupaten Sidoarjo. Ia memiliki pengalaman di berbagai lembaga penyelenggara negara yang berkaitan dengan pelayanan publik, pengawasan, komunikasi kebijakan, serta pengukuran persepsi masyarakat.

Dalam perjalanan kariernya, Nanang pernah menjabat sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo dan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sidoarjo sebelum bertransformasi menjadi Bawaslu.

Selama menjalankan tugas tersebut, ia terlibat dalam berbagai aspek pelayanan publik, mulai dari penanganan pengaduan masyarakat, penyelesaian sengketa, hingga penguatan akuntabilitas dan integritas kelembagaan.

Selain itu, Nanang juga memiliki pengalaman dalam evaluasi pelayanan publik. Ia pernah menjadi Tim Evaluator Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo serta Assessor Pemantauan Standar Pelayanan pada sejumlah unit layanan di lingkungan Pemkab Sidoarjo.

Pengalaman tersebut dinilai memberikan pemahaman yang kuat mengenai standar pelayanan, indikator kinerja, serta berbagai tantangan dalam implementasi pelayanan publik di tingkat operasional.

Di bidang komunikasi publik, Nanang yang mengawali karier sebagai jurnalis media elektronik nasional aktif menulis artikel dan opini di berbagai media massa. Ia juga kerap menjadi narasumber dalam forum diskusi yang membahas kebijakan publik dan tata kelola kelembagaan.

Saat ini, ia memimpin sebuah lembaga riset dan survei yang fokus pada pengukuran opini publik, persepsi masyarakat, serta evaluasi kebijakan. Melalui pendekatan berbasis data (data-driven approach), lembaga tersebut berupaya memberikan gambaran mengenai kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap layanan publik.

Berbekal pengalaman di berbagai bidang tersebut, Nanang menilai pengelolaan perusahaan daerah memerlukan tata kelola yang baik, akuntabilitas yang kuat, komunikasi publik yang efektif, serta komitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Tahapan akhir seleksi Direksi Perumda Delta Tirta diharapkan dapat berlangsung secara profesional, objektif, dan transparan sehingga menghasilkan pimpinan perusahaan daerah yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (znr/*)

Spread the love