M-RADARNEWS.COM, BALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnakertransesdm) bersama SMK Negeri 1 Sukasada menggelar Job Fair 2026 SMKN 1 Sukasada FutureFest Career, Education, Entrepreneurship Expo bertema “Create Your Future”.
Job fair ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Buleleng, dalam menekan angka pengangguran serta menyiapkan generasi muda yang berdaya saing di era global. Selain menghadirkan peluang kerja, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang komunikasi langsung antara pencari kerja, dunia industri, dan pemerintah.
Kepala Disnakertransesdm Buleleng, Putu Arimbawa dalam sambutannya mengatakan, bahwa job fair memiliki nilai strategis sebagai ruang komunikasi langsung antara pencari kerja dan pengguna tenaga kerja, dengan pemerintah berperan sebagai fasilitator.
“Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kesempatan seperti ini sangat berarti bagi generasi muda yang tengah mempersiapkan masa depannya,” ujar Arimbawa saat membuka kegiatan, pada Selasa (21/04/2026).
Ia menegaskan, bahwa Pemkab Buleleng terus menggencarkan program-program prioritas yang berfokus pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Mulai dari pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat, penyediaan tenaga kerja siap pakai, hingga mendorong lahirnya wirausaha muda.
“Kami berkomitmen menyiapkan SDM Buleleng yang mampu bersaing di tingkat global, sekaligus menumbuhkan entrepreneur muda yang mandiri dan inovatif,” tambahnya.
Sementara Kepala SMK Negeri 1 Sukasada, Putu Sumandi Yasa menuturkan, bahwa job fair ini merupakan bagian dari implementasi Bursa Kerja Khusus (BKK) melalui strategi BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha).
“Kami memberi ruang bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan dunia kerja dan industri. Lulusan SMK harus siap bekerja dan sekaligus memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, capaian positif tahun 2026, yaitu 10 siswa terbaik SMKN 1 Sukasada yang berhasil diberangkatkan bekerja ke luar negeri, sebagai langkah memperkuat akses kerja internasional.
Job fair yang diikuti 30 LPK dan 28 perusahaan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kualitas layanan yang semakin baik serta partisipasi perusahaan yang lebih luas. Kehadiran job fair diyakini mampu memberikan dampak signifikan pada penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Buleleng.
“Job fair bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda,” tutup Putu Sumandi. (rd/hm)

