M-RADARNEWS.COM, JATIM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan, bahwa isu dugaan kebocoran data pada situs resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) yang beredar di media sosial (medsos) adalah hoaks. Pemkot memastikan tidak ada data kependudukan warga yang bocor.
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto menjelaskan, bahwa data yang muncul di website merupakan bagian dari proses penertiban administrasi kependudukan. Data tersebut adalah daftar warga tahun 2024, yang tidak ditemukan keberadaannya saat petugas kelurahan melakukan pendataan jemput bola, dan hingga Juni 2024 belum diketahui domisilinya.
“Publikasi di website dilakukan agar warga yang masuk dalam daftar dapat melihat dan datang ke kantor kelurahan untuk mengonfirmasi keberadaannya,” ujar Eddy dalam siaran persnya, pada Sabtu (17/01/2026).
Ia menegaskan, verifikasi domisili sangat penting untuk memastikan berbagai program Pemkot mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan tersalurkan tepat sasaran. Keakuratan data juga berpengaruh langsung terhadap efektivitas penggunaan APBD Kota Surabaya.
Eddy menambahkan, bahwa data yang ditampilkan telah melalui proses penyamaran ketat pada elemen sensitif. “NIK dan nama warga disamarkan. Hanya orang yang bersangkutan yang dapat mengenali data tersebut. Tujuannya murni untuk klarifikasi dan pembaruan alamat sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.
Dispendukcapil menjamin keamanan seluruh data Administrasi Kependudukan (Adminduk) warga dan meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi keliru yang beredar di media sosial.
Ia juga mengimbau warga yang sudah pindah domisili namun belum memperbarui data kependudukan untuk segera melapor ke kantor kelurahan. “Ayo segera lapor. Petugas akan membantu proses pembaruan alamat sesuai domisili terkini,” pungkas Eddy. (red/*)

