M-RADARNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan segera meluncurkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dimulai pada 10 Februari 2025 mendatang. PKG merupakan kado ulang tahun dari negara.
Guna memastikan kesiapan ini, Pemprov DKI telah melakukan visitasi dan melakukan identifikasi sasaran PKG hari ulang tahun sesuai dengan siklus hidup.
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh dalam menyelenggarakan program PKG.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, pihaknya telah melakukan visitasi dan persiapan fasilitas kesehatan serta tenaga medis di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta.
“Pada tahap pertama, layanan ini akan tersedia di 44 puskesmas di seluruh wilayah DKI Jakarta. Selanjutnya, secara bertahap akan diperluas ke 292 puskesmas pembantu di tingkat kelurahan, sesuai arahan dari Kemenkes,” ujar Ani dikutib, pada Sabtu (08/02/2025).
Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan registrasi online terlebih dahulu melalui satusehat mobile sebelum datang ke puskesmas agar layanan berjalan lancar. Tujuannya, menghindari antrean panjang dan memastikan pelayanan yang lebih tertib.
Ani berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan pencegahan penyakit, sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun sistem dan kualitas kesehatan yang lebih baik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan program ini sebagai kesempatan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup,” pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, lrogram ini akan dilaksanakan dengan dua grup dibatasi usia, terdiri atas grup usia di bawah sekolah atau enam tahun ke bawah dan grup usia di atas enam tahun.
Untuk kelompok bayi yang baru lahir akan menjalani enam pemeriksaan kesehatan, lalu untuk balita ada delapan jenis pemeriksaan kesehatan. Sedangkan untuk kelompok anak-anak Sekolah Dasar (SD) akan menjalani 11 jenis pemeriksaan.
Selanjutnya disusul remaja atau yang duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 13 jenis pemeriksaan, dan untuk remaja di Sekolah Menengah Atas (SMA) ada 12 jenis pemeriksaan. Kemudian untuk pemeriksaan bagi kelompok usia dewasa dan lanjut usia nantinya akan ada 19 jenis pemeriksaan.***
Editor: Rochmad QHJ
