Site icon www.m-radarnews.com

Pemprov Jateng Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Sopir dan Kru Angkutan Umum Jelang Lebaran 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), terus menggencarkan pemeriksaan kesehatan bagi sopir dan kru angkutan umum untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pemudik menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. (Foto: dok/kmf)

M-RADARNEWS.COM, JATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), terus menggencarkan pemeriksaan kesehatan bagi sopir dan kru angkutan umum untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pemudik menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Program nasional ini menyasar pengemudi dan kru bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Pemeriksaan kesehatan dilakukan di terminal Tipe A dan B, perusahaan otobus (PO), serta sejumlah titik konektivitas yang menjadi pusat mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar, mengatakan pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, dan tes narkoba. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan kabupaten/kota, petugas kepolisian, Jasa Raharja, serta Badan Narkotika Nasional.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, Jawa Tengah terus bersiap menyambut arus mudik, termasuk dari sisi kesehatan. Program pemeriksaan ini penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan yang kerap disebabkan faktor kelelahan atau kondisi kesehatan pengemudi.

“Kalau mereka kelelahan, tensinya tinggi atau gula darah tinggi, itu berbahaya sekali. Maka dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis khusus kru, driver, dan co-driver,” ujarnya.

Salah satu lokasi pemeriksaan berada di Terminal Tirtonadi, Kota Surakarta. Berdasarkan pantauan, pada Rabu (11/03/2026), puluhan sopir terlihat antusias mengikuti layanan kesehatan tersebut.

Petugas membuka sejumlah meja layanan, mulai dari tes buta warna, pengecekan tekanan darah, gula darah, tes narkoba, hingga konsultasi dokter. Pada waktu bersamaan juga dilakukan ramp check untuk memastikan kelaikan armada serta kelengkapan administrasi awak bus.

Samsuri, pengemudi dari PO Berkah Bersaudara menyebut, pemeriksaan kesehatan sangat penting sebelum ia mengangkut pemudik. Sudah sembilan tahun menjadi sopir bus AKAP, ia melayani rute Jakarta–Tegal–Solo–Blora dan sebaliknya.

Hasil pemeriksaannya menunjukkan gula darah dan tekanan darah normal, serta negatif narkoba. “Ini sangat membantu. Tadi alhamdulillah normal semua, layak jalan. Saya siap untuk mudik Lebaran 2026,” ujarnya.

Sopir lain, Bimas Suryakusuma dari PT Rosalia Indah juga mengapresiasi program tersebut. Ia bertugas mengemudikan bus lintas pulau dengan rute Malang-Solo-Jakarta-Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni-Lampung, perjalanan yang memakan waktu hingga empat hari pulang-pergi.

“Kalau dipikir jauh ya jauh. Tapi mau gimana lagi? Namanya pekerjaan, harus tanggung jawab dan profesional. Harapannya ya terus diberikan sehat dan selamat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Aji Danarto mengatakan, pihaknya menargetkan 100 pengemudi memanfaatkan layanan gratis itu pada hari tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar sopir memiliki tekanan darah normal, meski beberapa tercatat memiliki kadar gula darah cukup tinggi. Berdasarkan tes urine, tidak ditemukan sopir yang positif narkoba.

“Yang terdeteksi mengalami gangguan kesehatan langsung diarahkan ke meja konsultasi untuk mendapatkan arahan dan obat, sehingga mereka bisa menjalankan tugas dalam kondisi sehat,” jelas Aji. (ed/kf)

Spread the love
Exit mobile version