M-RADARNEWS.COM, NASIONAL – Dampak buruk banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 17 kabupaten/kota di Sumatra Utara (Sumut) telah mencapai skala masif, dengan 1.681.371 jiwa terdampak dan 298 orang meninggal dunia per Rabu, 3 November 2025, pukul 08.00 WIB.
Merespons krisis ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menegaskan komitmennya untuk memastikan transparansi dan pembaruan data kebencanaan secara berkala agar publik menerima informasi yang seragam dan akurat.
Data Terkini Dampak Bencana (Per 3 Desember 2025, Pukul 08.00 WIB):
- Terdampak: 1.681.371 jiwaMengungsi: 55.935 jiwa.
- Luka-Luka: 612 orang.
- Meninggal Dunia: 298 jiwa.
- Hilang: 169 orang
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumut, Porman Mahulae menjelaskan, bahwa data krusial ini dikelola dan dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumut.
“Pembaruan data dilakukan dua kali sehari, tepatnya pada pukul 08.00 dan 20.00 WIB. Pembaruan ini selalu kami sampaikan melalui grup resmi media dan kanal sosial media Diskominfo agar publik mendapatkan informasi yang seragam dan akurat,” jelas Porman dikutib dari infopublik, pada Rabu (03/12/2025)..
Terhadap adanya potensi selisih angka antara data yang dirilis BPBD Sumut, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Porman memberikan klarifikasi.
Poman menegaskan, bahwa data BPBD provinsi bersumber murni dari input laporan BPBD kabupaten/kota. “Jika terdapat perbedaan, silakan konfirmasi langsung ke BNPB sebagai lembaga yang memiliki cakupan nasional. Prinsipnya, data kami bersumber dari laporan daerah,” ujarnya.
Secara umum, Pemprov Sumut berkomitmen untuk terus membuka akses informasi yang cepat dan akurat bagi masyarakat. “Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara berkala, baik melalui grup media maupun kanal resmi pemerintah,” pungkas Porman.
Di sisi lain, dengan koordinasi lintas instansi yang solid dan fokus pada percepatan distribusi bantuan, pemerintah daerah memastikan seluruh langkah penanganan bencana mulai dari evakuasi, logistik, hingga pemulihan, berjalan sesuai arahan dan kebijakan nasional.

