M-RADARNEWS.COM, JATIM – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran (TA) 2026 di Kabupaten Banyuwangi, memasuki tahapan penting. Para penerima bantuan mulai menerima buku rekening yang diserahkan melalui perwakilan Bank Mandiri sebagai sarana penyaluran dana bantuan pemerintah untuk pembangunan dan peningkatan kualitas rumah layak huni.
Penyerahan buku rekening tersebut menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan pembangunan fisik rumah. Melalui mekanisme perbankan, penyaluran bantuan diharapkan dapat berlangsung secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (DPUCKPP) Kabupaten Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E., mengatakan, bahwa penyerahan buku rekening merupakan bagian dari proses administrasi yang harus dilalui penerima bantuan sebelum memasuki tahap pembangunan.
Baca juga : Kadis DPUCKPP Banyuwangi Dorong Percepatan BSPS 2026: “Bergerak Bersama Sukseskan Program 3 Juta Rumah”
“Buku rekening ini menjadi sarana penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat penerima BSPS. Kami berharap, seluruh penerima dapat segera melengkapi tahapan administrasi dan mempersiapkan pelaksanaan pembangunan rumahnya sesuai ketentuan program,” ujarnya, pada Selasa (09/06/2026).
Menurut Cahyanto, program BSPS tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
“BSPS merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki rumah yang layak huni. Dengan rumah yang lebih baik, diharapkan kualitas kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan keluarga juga meningkat,” tambahnya.
Cahyanto menjelaskan, saat ini pelaksanaan pembangunan fisik rumah BSPS Tahun Anggaran 2026 di sejumlah lokasi telah mulai berjalan. Sementara bagi penerima bantuan yang baru menerima buku rekening, tahapan pembangunan akan segera dilakukan setelah seluruh persyaratan dan proses pencairan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Ia juga mengajak seluruh penerima bantuan untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program dengan mengedepankan semangat gotong royong serta memanfaatkan bantuan secara optimal sesuai peruntukannya.
“Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh dukungan pemerintah, tetapi juga keterlibatan masyarakat. Kami berharap pembangunan rumah dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh keluarga penerima bantuan,” pungkas Cahyanto.
Melalui program BSPS TA 2026, Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas permukiman masyarakat sekaligus menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk menempati rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman sebagai fondasi kehidupan yang lebih baik. (by/*)

