JATENG, (M-RADARNEWS.COM),-            Lima (5) orang tersangka kasus ledakan balon berisi petasan yang mengakibatkan kerusakan rumah di Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu, Klaten, ditahan aparat Kepolisian Resort Klaten. Kejadian yang sempat membuat panik penduduk itu terjadi pada Senin pagi (17/05/2021). Yaitu Sebuah balon udara berisi petasan meledak di salah satu rumah warga setempat.

Balon petasan itu merupakan sebuah tradisi untuk memeriahkan di setiap momentum Hari Raya Idul Fitri. Kelima tersangka memiliki peran yang berbeda dan dengan iuran mencapai Rp1,5 juta untuk membeli bahan baku pembuat petasan.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu saat Konferensi Pers, Selasa siang (18/05/2021) mengatakan, aparat kepolisian mendapatkan laporan dari warga setempat bahwa ada kejadian ledakan balon petasan yang terjadi di Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu, Klaten.

Setelah itu, aparat terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dengan kerjasama Tim Jibom Brimob, Tim Inavis, serta pihak lainnya.

Dari hasil penyelidikan itu kemudian mempelajarinya, kasus itu mengerucut kepada lima orang yang berada di Magelang.

“Lima orang ini memiliki peran berbeda, ada yang membuat kerangka balon, mengumpulkan kertas, membuat pengapian, membuat selongsong pralon, perakit balon dengan plastik,” ucap Kapolres.

Polisi juga menemukan sisa-sisa bahan pembuat petasan dari tersangka. Lima pelaku yang berhasil diringkus, kini diperiksa di Mapolres Klaten untuk pengusutan lebih lanjut.

Demikian juga barang bukti serbuk, dan belasan petasan mulai dari kecil hingga bear juga turut disita untuk kepentingan penyelidikan.

Perbuatan tersangka melanggar Pasal 1 Ayat (1) UU No. 12 T ahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 Tahun.

Perlu diketahui, kebiasaan warga Magelang untuk menandai tujuh hari setelah Lebaran atau Tradisi Syawalan dengan menerbangkan balon udara. Padahal, tradisi menerbangkan balon udara tanpa izin ini memiliki resiko sangat tinggi, di antaranya bisa mengganggu penerbangan pesawat terbang juga lalu lintas udara. (Dan)

Facebook Comments Box